KABARIKA.ID, JAKARTA — Menjadikan sumber daya perikanan sebagai modal pembangunan dan kesejahteraan adalah pilihan yang benar, sudah seharusnya menjadi pilihan utama sejak dulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Perikanan Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna, sumber daya perikanan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, karena ikan dapat berkembang biak dan memperbarui populasinya.

“Meski dapat diperbaharui, pemanfaatan ikan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Penting bagi kita untuk memastikan keberlanjutan sumber dayanya. Oleh karena itu, penambahan nilai produk sebagai bagian dari hilirisasi sektor perikanan penting adanya. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai sekaligus mencegah ekploitasi yang berlebihan,” jelas Hendra di Jakarta, Minggu (25/5/2025).

KPPMPI memandang bahwa penting adanya untuk menyiapkan sumber daya trampil untuk mempermudah laju hilirisasi sektor perikanan. Kata Hendra, SDM menjadi kunci utama dalam menysukseskan agenda tersebut.

Maka, sarana pendidikan menjadi sangat penting bagi pemuda untuk membekalinya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dalam ekosistem hilirisasi sektor perikanan.

“Mungkin dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) setiap tahunnya merekrut sekitar 2000-an taruna untuk masuk dilingkup satuan pendidikan kelautan perikanan tinggi vokasi dan menengah vokasi. Namun, rasanya belum cukup mengingat potensi sumber daya perikanan yang kita miliki serta agenda hilirisasi yang dicanangkan,” terangnya.

KKP sendiri saat ini memiliki lima Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan sebelas perguruan tinggi berupa politeknik dan akademi. Menurut Hendra, tidak cukup untuk memastikan adanya sumber daya manusia unggul yang akan mengurusi hilirisasi sektor perikanan.

“Oleh karena itu, apabila dirasa menghadirkan sekolah perikanan adalah sesuatu yang berat ditengah kebijakan efesiensi anggaran. Maka tidak ada salahnya bila disetiap sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar higga sekolah menengah atas dihadirkan kurikulum atau mata pelajar yang menjadi bagian dari menyiapkan sumber daya unggul disektor perikanan. Utamnya bagi sekolah-sekolah yang berada dipesisir dan pulau-pulau kecil,” ungkap Hendra.

Pendidikan dan hilirisasi perikanan menjadi dua hal yang tidak dapat terpisahkan, sambung Hendra, keduanya akan menjawab persoalan pengangguran dan urbanisasi pemuda.

“Menghadirkan lapangan pekerjaan dari hilirisasi perikanan itu baik, namun kesempatan itu akan hilang bilamana sumber daya kita belum siap. Oleh karena itu, apa yang diperlukan untuk mewujudkan hilirisasi harus sejalan dengan agenda peningkatan keterampilan sumber daya manusianya. Maka dari itu, terutama pemuda pesisir penting untuk dibekali kemapuan yang diperlukan dalam ekosistem hilirisasi sektor perikanan,” ujar Hendra. (*)