KABARIKA.ID, MUARA ENIM – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mendorong lahirnya generasi baru petani Indonesia dengan menggelar edukasi pemupukan berimbang bagi petani cilik dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Program ini tidak hanya mengajarkan penggunaan pupuk yang tepat, tetapi juga menjadi upaya menyiapkan regenerasi petani di tengah meningkatnya usia petani Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar pada Senin (6/7/2026) itu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penggunaan pupuk bersubsidi secara tepat agar produktivitas pertanian meningkat tanpa mengabaikan keberlanjutan kesuburan tanah.

Officer Pendukung Pemasaran dan Penjualan Departemen Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Taufik Aprizal, mengatakan keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, melainkan juga kemampuan petani dalam menggunakannya secara benar.

“Kami ingin memastikan petani memahami cara penggunaan pupuk melalui konsep pemupukan berimbang. Dengan cara itu produktivitas dapat meningkat sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pupuk Indonesia menghadirkan Tim Mobil Uji Tanah (MUT) untuk melakukan analisis kondisi lahan sekaligus memberikan rekomendasi pemupukan sesuai kebutuhan unsur hara tanaman.

Pendekatan yang diterapkan mengedepankan prinsip “5 Tepat”, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran. Melalui metode tersebut, penggunaan pupuk diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kualitas lahan pada musim tanam berikutnya.

Selain edukasi mengenai pemupukan berimbang, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait mekanisme penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers. Materi yang diberikan mencakup persyaratan, proses verifikasi data, tata cara penebusan sesuai alokasi, hingga pengambilan pupuk di kios resmi.

Menurut Taufik, digitalisasi layanan tersebut memudahkan petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi secara transparan dan akuntabel sehingga kebutuhan pupuk dapat terpenuhi tepat waktu.

Sementara itu, Senior Manager Regional 1 Pupuk Indonesia, Benny Farlo, menilai edukasi sejak dini sangat penting untuk melahirkan generasi baru petani Indonesia, mengingat rata-rata usia petani saat ini telah berada di atas 50 tahun.

“Kami berharap lahir petani-petani hebat di masa depan yang mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Ini merupakan kontribusi Pupuk Indonesia dalam merawat masa depan Indonesia,” katanya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gelumbang, Ramlan, menyebut penerapan pemupukan berimbang berdasarkan hasil analisis tanah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Bitis, Hengki Wijaya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena menambah pengetahuan mengenai teknik budidaya yang baik sekaligus pemahaman terkait tata cara memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

Melalui program ini, Pupuk Indonesia berharap perempuan dan generasi muda semakin aktif terlibat di sektor pertanian. Kehadiran petani wanita dan petani cilik diyakini menjadi fondasi penting dalam memperkuat regenerasi petani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (*)