KABARIKA.ID, JAKARTA — Beras merah menjadi salah satu pilihan makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh orang lanjut usia (lansia). Dibandingkan beras putih, beras merah mengandung lebih banyak serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu manfaat utama beras merah adalah membantu mengontrol kadar gula darah. Kandungan serat yang tinggi membuat proses penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama bagi lansia yang berisiko atau hidup dengan diabetes.
Beras merah juga baik untuk kesehatan jantung. Kandungan magnesium, kalium, dan antioksidannya dapat membantu menjaga tekanan darah tetap normal serta mendukung kesehatan pembuluh darah. Seratnya juga berperan dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Selain itu, konsumsi beras merah dapat melancarkan sistem pencernaan. Serat yang terkandung di dalamnya membantu mencegah sembelit, masalah yang cukup sering dialami oleh lansia akibat berkurangnya aktivitas fisik dan perubahan fungsi pencernaan.
Kandungan vitamin B kompleks, zat besi, mangan, dan selenium pada beras merah turut mendukung produksi energi, menjaga fungsi saraf, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan di dalamnya juga berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Beras merah juga memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu lansia menjaga berat badan tetap ideal dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi camilan berlebihan.
Meski memiliki banyak manfaat, lansia sebaiknya mengonsumsi beras merah secara bertahap jika belum terbiasa, karena kandungan seratnya yang tinggi dapat menyebabkan perut terasa kembung pada sebagian orang. Mengombinasikan beras merah dengan beras putih pada awal konsumsi dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, beras merah sebaiknya dipadukan dengan pola makan bergizi seimbang yang mencakup sayuran, buah-buahan, lauk berprotein, serta disertai aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Perlu diingat, beras merah bukanlah obat untuk penyakit tertentu. Lansia yang memiliki kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan pencernaan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai pola makan yang paling sesuai. (*)
