Di Forum Bisnis IKA Unhas Kaltim, Alumni Ajak Tangkap Peluang Proyek IKN

Berita537 Dilihat

KABARIKA.ID, BALIKPAPAN — Tingginya animo publik terhadap peluang percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kawasan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin.

Hal ini disampaikan Bupati Penajam Paser Utara, Hamdan di acara Forum Bisnis IKA Unhas Kaltim yang digelar di lantai 9 Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (22/7/2022).

Pada forum ini dihadiri sekitar 35 alumni yang merupakan pengusaha di Kaltim, Hamdan mengaku sejumlah proyek jumbo mulai dikerjakan di kawasan IKN.

Tahun ini, kata dia, anggaran Rp10 triliun akan digelontorkan pemerintah untuk memulai pembangunan di kawasan tersebut.

Bahkan, lanjutnya, anggaran akan terus bertambah seiiring beban infrastruktur yang akan dikembangkan.

Menurut sejumlah alumni dalam forum bisnis IKA Kaltim menyebutkan, anggaran tahun depan bahkan akan mencapai Rp50 triliun dan tahun 2024 akan berkembang menjadi Rp120 triliun yang digunakan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur IKN dan sarana pendukung lainnya.

“Sangat terbuka peluang investasi di kawasan ini. Alumni harus mengambil peran, jangan hanya menjadi penonton. Semua daerah telah datang ke sini, tapi dari Sulawesi masih kurang,” ujar Hamdam.

Sejumlah peluang mengemuka dalam obrolan yang berlangsung santai tersebut. Di antaranya, investasi transportasi, pergudangan, cold storage, bahan bangunan, hingga pangan menjadi peluang besar yang bisa dikembangkan alumni Unhas di Sulawesi Selatan maupun daerah lain untuk mendukung percepatan pembangunan IKN.

Sulawesi menjadi daerah penopang utama IKN. Spesifikasi bahan baku lokal dinilai tidak memenuhi standar yang ditetapkan untuk membangun sejumlah infrastruktur IKN. Hanya 10 persen yang bisa dipenuhi lokal. Selebihnya harus didatangkan dari luar Kaltim. Kurang lebih 17 juta ton batu yang harus dipenuhi hingga 2 tahun kedepan.

“Dibutuhkan 14 tempat sandar (pelabuhan) untuk mendatangkan bahan baku dari luar. Sekarang kita baru memiliki 3 tempat sandar. Investasi masih terbuka luas. Kita prioritaskan alumni (Unhas),” kata Hamdam.

Ketua IKA Unhas Samarinda, Mappabali, yang juga pengusaha lokal di bidang transportasi dan kontraktor tambang menjelaskan masih ada sejumlah peluang besar lain yang bisa dikembangkan untuk menopang IKN.

Menurutnya sektor pangan bisa sangat menjanjikan. Pasalnya, 200 ribu orang pekerja diperkirakan akan masuk di Kawasan IKN. Pemenuhan kebutuhan pangan seperti beras, ikan, daging dan sumber pangan pokok adalah peluang emas. Meski begitu kebutuhan bahan bangunan berupa pasir, batu, kelistrikan, air minum dan dukungan investasi di sektor Kesehatan menjadi prioritas utama untuk segera dikembangkan.

IKA Unhas Kaltim menggelar Forum Bisnis di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (22/7/2022).

“Bisnis terbesar yang menjadi investasi emas jangka panjang adalah bisnis yang supply chain. Saatnya berkolaborasi. Jika kita bisa membangun sejumlah pendukung IKN disini maka kita bisa melibatkan alumni dengan jumlah banyak. Sejahtera semua,” tambah Mappabali.

Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman pada forum bisnis ini menyampaikan bahwa semua alumni harus saling menjaga. Kolaborasi adalah kunci utama untuk saling mensejahterakan. Semua alumni harus bisa menangkap peluang untuk menopang pembangunan IKN.

“Ini harus dimanfaatkan. Kita harus jadi pemain bukan penonton. Saling jaga perkuat kolaborasi kita semua,” kata Amran.

Amran menambahkan, semua peluang harus bisa ditangkap dan dikerjakan oleh alumni melalui sejumlah skema kerjasama. Termasuk melibatkan kampus untuk memperkuat kinerja alumni mulai tahapan kajian, perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi.

Beberapa peluang lain yang mengemuka di dalam forum bisnis IKA Unhas Kaltim ini adalah kerjasama suplai tenaga kerja alumni Unhas dari wilayah lain di luar Kaltim. Alumni juga menyampaikan peluang untuk membangun super blok apartemen yang akan dilalui tol IKN dan peluang pembangunan kawasan industri Kariango seluas 120 hektar yang akan dikelola oleh Perusda Kota Balikpapan.(eki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *