Amran Minta Alumni Unhas Harus Genggam IKN, Ingatkan Indonesia Bahaya Krisis Pangan dan Energi

Berita233 Dilihat

KABARIKA.ID, BALIKPAPAN — Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, Andi Amran Sulaiman membakar semangat alumni Unhas di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam acara seminar dan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 IKA Unhas Kaltim.

Pembukaan acara yang digelar di Hotel Jatra, Balikpapan, Sabtu (23/7/2022) diawali dengan tari Ledoh Menyut. Tarian khas suku Dayak Kenyah yang dibawakan 3 putri Dayak.

Kurang lebih 250 alumni hadir dalam kegiatan musyawarah wilayah yang mengangkat tema peran strategis IKA Unhas Kaltim dalam pembangunan IKN. Jumlah alumni Unhas yang tersebar di Kaltim mencapai 1.200 orang.

Amran dalam sambutan pembukaannya menyampaikan IKA Unhas di Kaltim dan seluruh Indonesia harus bisa menjadi lokomotif perubahan.

Andi Amran Sulaiman berjabat tangan dengan peserta Muswil IKA Unhas Kaltim.

“IKN menjadi penjuru Indonesia dan penjuru dunia. IKN harus kita genggam. Saatnya memperkuat kolaborasi untuk negeri,” ujar Amran.

Amran menambahkan, Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi sejumlah ancaman krisis global yang telah merambah hingga Indonesia.

Menurut Amran, sejumlah ancaman krisis telah berhasil dilalui. Salah satunya krisis kesehatan (Covid-19) dan krisis ekonomi global yang juga berdampak ke Indonesia masih mampu dihadapi.

Menteri pertanian Jokowi pada periode pertama pemerintahannya ini mengingatkan agar Indonesia jangan sampai masuk ke krisis pangan dan krisis energi yang mulai mengancam dunia.

“Tiga krisis yang melanda dunia. Pertama krisis Kesehatan Covid 19. Krisis ekonomi kita masih bisa bertahan. Krisis pangan dan krisis energi bisa berdampak besar ke krisis lainnya. Krisis pangan mengancam ketahanan negara,” kata Amran.

Amran mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar. Persoalannya, kata dia, mau atau tidak membuat lompatan besar untuk mendorong perubahan.

‘Kita harus bisa mencontoh seperti negara lain untuk mendorong kebijakan untuk membuka peluang bagi anak negeri untuk ikut berkontribusi dan menjadi motor penggerak utama di IKN,” tegasanya.

Amran meminta setiap alumni untuk membuat revolusi di sektor keahlian lain untuk memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan IKN.

“Indonesia bisa bangkit jika investasi dan ekspor meningkat. Dukungan regulasi sangat dibutuhkan. Kita ini penduduk terbesar dunia. Masuk G 20. Indonesia harus berdaulat dan harus mandiri. Yang bisa mempersatukan kita adalah keadilan dan kesejahteraan. Yang saya amati perbedaannya adalah etos kerja kita,” beber owner Tiran Group ini.

Dia menegaskan, IKA Unhas harus visioner dan harus direbut dengan aksi. Menurutnya jika 200 ribu alumni Unhas bersatu akan bisa melakukan perubahan kebijakan secara ekstrim.

Pernyatan ini disambut meriah peserta muswil. Pesannya, putra putri bangsa harus saling bersinergi.

Geliat kolaborasi IKA Unhas telah mulai dijalankan. Selain membangun sinergi antar alumni, IKA Unhas juga telah membangun kerjasama dengan sejumlah keluarga alumni dari universitas lain di Indonesia. Diantaranya mengikat kerjasama dengan KAGAMA dan sejumlah universitas lainnya yang tergabung dalam Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni).
Kaltim merupakan wilayah pertama yang dikunjungi Ketua Umum IKA Unhas di luar Sulawesi Selatan. Selain musyawarah wilayah, ketua IKA Unhas juga diagendakan akan berkunjung dan meninjau langsung pusat lokasi pembangunan IKN yang akan didampingi Bupati Penajam Paser Utara yang juga merupakan alumni Teknik Unhas Angkatan 84 dan Isradi Zainal Rektor Uniba (staf ahli Badan Otorita IKN) alumni Teknik Perkapalan angkatan 89. (eki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *