Prof Taruna Ikrar: Universitas Borneo Berpeluang Besar Jadi World Class University

Berita559 Dilihat

KABARIKA.ID, TARAKAN – Pakar farmakologi dan neurosains, Prof Dr Taruna Ikrar, M Biomed menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan di GOR Tarakan, Senin (15/8).

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia itu menyampaikan kuliah umum berjudul “To Be World Class University and Disruption Era.”

Dalam pemaparannya Prof Taruna mengatakan dunia saat ini menghadapi fenomena disrupsi, situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear.

Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

“Disrupsi menginisiasi lahirnya tantangan dan ancaman baru dengan strategi yang seharusnya lebih inovatif dan solutif,” katanya.

Prof Taruna juga membeberkan lima jenis disrupsi yang terjadi saat ini. Mulai dari disrupsi revolusi industri 4.0, disrupsi digitalisasi, disrupsi telekomunikasi, disrupsi perubahan iklim, dan disrupsi pandemi Covid-19.

Menurut dia, pandemik yang membuat dunia makin berada dalam ketidakpastian. Karena itu kini orang mulai makin sadar pentingnya pola hidup sehat, alam dan lingkungan yang segar, kemandirian pangan, dan ekonomi moral (gift economy), gotong royong dan kolaborasi.

Dalam situasi disrupsi dan berubah seperti di atas, Prof Taruna menjelaskan posisi dan peran kampus dan universitas ke depan.

Menurut dia kampus-kampus harus menjadi bagian dari arus besar perubahan ini, dan posisinya sangat tergantung pada kemampuannya untuk memahami dan merespon perubahan disruptif ini.

Oleh karena itu, kata dia diperlukan sejumlah agenda transformasi untuk semua universitas.

Menurut Taruna Universitas Borneo Tarakan berpeluang besar menjadi universitas kelas dunia atau world class university dan berada di posisi start yang sama dengan universitas ternama lainnya di dunia.

Prof Taruna menyebut lima persyaratan yang mesti dimiliki jika ingin menjadi world class university.

Pertama, freedom/moral force/inspirator. Kampus/Universitas harus menjadi sumber kekuatan moral dan inspirasi bangsa. Inspirasi adalah proses menggerakkan pikiran dan tindakan orang lain.

Oleh karena itu Kampus Merdeka, harus menjadi Lembaga indpenden yang mandiri, sehingga berfungsi sebagai kekuatan moral yang senantiasa memunculkan inspirasi perubahan kearah yang lebih baik, maju dan beradab.

Yang berarti harus menginspirasi dengan platform besar bagaimana mengkonstruksi peradaban baru yang dipicu semua disrupsi di atas.

Kedua, inovator atau kampus menjadi Lembaga pembaharu. Peran universal kampus tidak meninggalkan perannya sebagai sebuah Lembaga yang senantiasa mengusung perubahan/pembaharuan bangsa dan masyarakat akademik dalam menjalankan proses transformasi ini.

Lembaga Pendidikan universitas beranggotakan para mahasiswa, insan cendekiawan, researcher atau peneliti, dosen menjadi sebuah Lembaga tempat berkumpulnya para orang orang cerdas dan sangat terpelajar, menjadi tumpuan seluruh masyarkat menjadi agent perubahan dan penyelesaian berbagai masalah didunia dewasa ini.

Ketiga, leadership/Kepeloporan dalam agenda aksi. Dengan berbagai disrupsi besar maka kepeloporan kampus sangat dibutuhkan oleh bangsa dan ummat manusia secara keselurhan untuk menciptakan berbagai terobosan-terobosan baru dalam bentuk agenda aksi baik dalam inovasi teknologi, ekonomi, lingkungan, Kesehatan, pendidikan, maupun inovasi sosial.

Selanjutnya keempat anticipating and reacting. Menurut dia dalam era yang berubah dan disrupsi seperti dewasa ini, dibutuhkan kecepatan antisipasi sebagai reaksi perubahn tersebut.

Dengan begitu kampus diharuskan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Kampus dan metode Pendidikan yang jalankan, seharusnya dapat mengikuti laju sains, teknologi, lingkungan.

Terakhir partnership/Collaboration:
Dibutuhkan Kerjasama dan partnership bagi berbagai Lembaga Pendidikan di dunia dewasa ini.

Demikian pula Kerjasama dengan Lembaga user output university seperti Kerjasama dengan perusahaan dan pemerintah serta Lembaga swadaya masyarakat lainnya, demi mencapai tujuan berkemajuan dari suatu universitas. Demikian pula Kerjasama dengan alumni dan antar berbagai profesi. (Sumber: ujungjari.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *