Gurauan Sandera-Menyadera Sukses Himpun Dana Abadi Unhas Rp380 Juta

Berita446 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR—Satu hal menarik pada kegiatan Fun Walk menyambut Dies Natalis ke-66, Universitas Hasanuddin (Unhas) adalah gurauan ‘’sandera-menyadera’’ Andi Amran Sulaiman pada Launching Program Direktorat Alumni dan Dana Abadi.

Adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni, dan Sistem Informasi, Prof Farida Patittingi yang memulai acara ‘’menyadera’’ para alumni yang kini sukses, baik yang menetap di Makassar maupun di tempat lain.

Melihat Ketum IKA UH akan meninggalkan panggung, Farida bergegas menghampiri dan meminta Andi Amran agar tinggal sejenak di atas panggung.

Di atas panggung, tempat Ketua Umum IKA berdiri, Farida mengumumkan bahwa sehari sebelumnya anggota Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin wilayah Jabodetabek dan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia telah menyumbang 100 juta untuk dana abadi Unhas.

Farida kemudian meminta supaya alumni yang hadir di JK Arenatorium Unhas, bisa menyumbang sebagai wujud solidaritas antar-civitas akademika.

Jadi, tambahnya, kita berharap seluruh yang ada di sini nanti memberi bantuan tapi lebih dulu kepada Pak Ketua IKA Unhas.

‘’Rektor kita orang cerdas, Prof Farida tidak mungkin ada di sini kalau bukan penugasan dari rektor,’’ kata Andi Amran Sulaiman yang namanya akrab disingkat AAS.

Menteri Pertanian Kabinet Kerja RI periode 2014 – 2019 itu pun bersama rektor beserta sejumlah pejabat Unhas berjejer di atas panggung.

‘’Kita memberi kesempatan kepada Ketua IKA untuk memulai,’’ kata rektor.

Menanggapi hal itu, Ketua IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman memberi respon cerdas namun ampuh.

“Oke kita saling sandera, gak masalah. Ini kerjaan saya. Pak direktur sebut berapa nanti saya sampaikan ke alumni,” jawab Andi Amran diikuti tawa civitas akademika yang hadir.


Di sini ada pengusaha dan alumni dari Kalimantan Timur, sambil mengundang Dr Ir Yusri (Uchi) alumni Faperta angkatan 81 naik ke panggung. Saat diminta partisipasinya, Uchi kemudian menyumbang Rp 50 juta. Pengusaha dan dosen itu terlihat heppi dibajak menyumbang. Yasir Mahmud, Direktur Utama Perseroda juga menyumbang Rp25juta.

AAS kemudian kembali ke Dr Andi Muhammad Akhmar, M.Hum yang berdiri di ujung paling kiri panggung. Direktur Hubungan Alumni dan Pengembangan dan Pengembangan Dana Abadi Unhas itu pun spontan menyebut menyumbang Rp10 juta.

Cepat-cepat AAS mengatakan bahwa Rektor Jamaluddin Jompa tidak perlu menyumbang karena ASN. ‘’Kita jaga rektor kita. Beliau tidak perlu penyumbang karena ASN,’’ ungkapnya, yang membuat rektor tenang.

Selalu Ada Kejutan

Kehadiran Ketum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman di setiap momen acara selalu menghadirkan kejutan, seperti sumbangan Andi Muhammad Akhmar, yang juga berstatus ASN tiba-tiba ditalangi oleh Ketum AAS.

Ketum menyampaikan program IKA Unhas di hadapan alumni

‘’Ini saya berikan ke Pak Andi. Silakan dibayar sumbangannya tadi. Gara-gara memaksa bapak menyumbang. Saya harus tanggung jawab,’’ ujar AAS.

Andi Akhmar yang tak pernah menyangka akan ditalangi sumbangannya, menerima amplop warna coklat dengan sumringah. ‘’Terima kasih, terima kasih,’’ ucapnya, kegirangan sambil mendekatkan amplop ke bibir.

Tidak berhenti di situ karena AAS juga mengundang Rahman Pina, Ketua Komisi D DPRD Sulsel dan Ketua IKA Unhas Makassar yang baru terpilih, Rudianto Lallo, SH dan anggota DPRD lainnya, Ir. Ady Ansar.

Rahman Pina, Lallo dan Ady Ansar masing-masing menyumbang Rp25 juta dan dari Alumni Unhas yang ada di Bank Syariah Indonesia (BSI) menyumbang Rp20 juta.

‘’Kalau pak Ketum yang mengundang, apalagi memerintahkan, kita harus patuh. Saya menyumbang 25 juta,’’ kata Rahman Pina, politikus Partai Golkar dan fans berat PSM, Makassar.

Andi Amran kembali bergurau dengan Rektor Unhas. Ia mengatakan, Ketua IKA tidak perlu menyumbang karena sudah menjadi koordinator. “Kalau saya tidak usah, ya Pak Rektor ya?” lanjutnya.

Menepis candaan tersebut, Andi Amran mengatakan bahwa IKA Unhas akan menyumbangkan 200 juta untuk dana abadi.

Menuru dia, saat ini IKA Unhas sedang membangun masjid dan rencana akan membangun tower yang bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh seluruh civitas akademika.

“Doakan, itu adalah milik kita bersama. Tapi itu tidak akan selesai tanpa support dari pak walikota dan ketua DPRD Makssar,” tutupnya.

Pada acara ini, sebanyak Rp 380 juta sumbangan masuk sebagai dana abadi Unhas. ‘’Dana yang terkumpul Rp380 juta. Hampir 400juta. Itu baru satu lagu,’’ kata AAS, yang baru saja menyumbangkan lagu favoritnya: Kehilangan yang dipopulerkan oleh Firman.

Hadir pada Fun Walk dalam rangka Dies Natalies 66 Universitas Hasanuddin antara lain, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Aidir Amin Daud, Prof Kaimuddin, Prof Budu, Dr Abd. Baris Bahrun, Fadjri Jufri dari Kementan, dan jajaran civitas akademika Unhas lainnya.

Adapun dari PP IKA UH, selain Ketua Umum, Andi Amran Sulaiman, juga hadir andara lain Prof Yusran Jusuf (Sekjen), Prof. Murtir Jeddawi (Bendara Umum), Andi Irwan Patawari (Waketum), Salahuddin Alam (Direktur Eksekutif), Suwardi Thahir (Ketua Bidang Infokom), Ilham Rasyid, Sudirman Numba, Andi Amri, Sahman AT, Muhammad Ruslan, Irwan Ade Putra, Rezeki Mulyadi, dan Ichi Indrawan. (royes-rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *