Rahman Pina dan Iqbal Suhaeb Hadiri Pelantikan Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri

Berita950 Dilihat

JAKARTA, KABARIKA.ID – Ketua Harian IV Pengurus Harian Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, Rahman Pina dan Wakil Sekjen Iqbal Samad Suhaeb menghadiri pelantikan Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2022-2026.

Kehadiran Pengurus Pusat IKA Unhas, Rahman Pina dan Iqbal Samad Suhaeb sekaligus mewakili Ketua Umum Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P yang tidak sempat menghadiri pelantikan.

Pelantikan Rektor Ahmad Alim Bachri oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Anwar Makarim, Selasa (4/10/2022) berlangsung sederhana.

Prof. Ahmad Alim Bachri adalah alumni Fakultas Ekonomi Unhas, yang juga menjabat Ketua Himpunan Keluarga Masserempulu (HIKMA) Kalimantan Selatan. Ia terbilang aktif mengikuti kegiatan IKA UNHAS, baik di Kalimantan maupun di Kampus Tamalanrea.

Prosesi pelantikan Prof Ahmad diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 58843/MPK.A/KP.06.02/2022 Tentang Pengangkatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Periode 2022-2026 di Lingkungan Kemendikbud Ristek RI.

Dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji jabatan di bawah kitab suci Al Qur’an dipandu dipimpin langsung oleh Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.

Selanjutnya, Prof Ahmad menandatangani berita acara pelantikan sekaligus berita acara serah terima jabatan bersama Rektor ULM sebelumnya, Prof Dr Sutarto Hadi yang juga hadir pada kegiatan yang di lakasanakan di Aula Utama Graha Kemendikbudristek.

Kemudian, Menteri Nadiem memasangkan kalung tanda jabatan sebagai Rektor ULM kepada Prof Ahmad.
Selain Prof Dr Ahmad Alim Bachri, pelantikan ini bersamaan dengan tiga pejabat lainnya di lingkungan Kemendikbud RI.

Kepada para pejabat yang dilantik, termasuk Rektor ULM, Menteri Nadiem menekankan upaya tiga tahun belakangan telah dan terus diupayakan bersama, yakni Gerakan Merdeka Belajar.

“Tidak terasa kita sudah tiga tahun berkolaborasi, bergotong-royong memperjuangkan gerakan merdeka belajar. 22 episode merdeka belajar telah kita luncurkan yang manfaatnya sudah dirasakan jutaan warga pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Menteri Nadiem.

Menurut Menteri, pendidikan tinggi di Indonesia saat ini tengah dalam proses transisi menuju perwujudan kampus yang aman dan nyaman dengan kualitas pembelajaran kelas dunia.

Pendampingan dan pengawasan satuan pendidikan ditekankan Menteri Nadiem akan terus menjadi salah satu fokus utama agar terobosan Merdeka Belajar.
Tidak hanya sebagai kebijakan, lanjutnya, namun menjadi suatu gerakan benar-benar dirasakan oleh warga satuan pendidikan.

“Pelantikan hari ini adalah upaya konkret yang kita lakukan untuk memaksimalkan peran pemerintah dalam melahirkan inovasi dan transformasi serta menguatkan gotong-royong di antara berbagai pihak,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait pelantikannya, Prof Ahmad menyatakan bersyukur upacara pelantikan yang dipimpin Mendikbud berlangsung lancar.

Sekembalinya ke ULM di Kota Banjarmasin, Kalsel, hal yang bakal pertama dilakukannya adalah melakukan konsolidasi internal.

“Sebagai langkah awal adalah melaksanakan proses konsolidasi internal. Kemudian dengan semua stakeholder lainnya,” kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri.

Namun sebelum itu, dirinya akan melaksanakan agenda rektor, yakni memenuhi undangan dari Direksi BPJS kepada sejumlah Rektor Perguruan Tinggi  di Bogor, Jawa Barat, yang akan digelar hingga Jumat (7/10). (BP/roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *