ISLAH, Solusi atas Disharmoni IKA Unhas di Bulukumba dan Luwu Utara

Berita347 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – IKA Unhas Kabupaten Luwu Utara dan IKA Unhas Kabupaten Bulukumba hingga kini masih diselimuti disharmoni, antara kubu yang pro dan kontra terhadap Musyawarah Daerah (Musda) IKA Unhas di kedua daerah tersebut.

Pengurus IKA wilayah Sulsel berusaha melakukan mediasi dengan dua kubu yang hubungannya renggang di Bulukumba pada Senin (5/12/2022). Mediasi kemudian dilanjutkan ke Luwu Utara pada Sabtu (10/12/2022) dengan misi yang sama, yakni untuk mengeratkan hubungan dua kubu alumni Unhas yang sedang retak.

Hasil mediasi pengurus IKA Wilayah Sulsel di kedua kabupaten tersebut, dilaporkan oleh ketua harian IKA Unhas wilayah Sulsel Harun Ar Rasyid bersama sekretaris IKA Unhas Wilayah Hidayat Muhalim, S.Sos, MA, kepada pengurus pusat IKA Unhas, di sekretariat AAS Building Lt. 3, Senin (12/12/2022).

Mereka diterima oleh sekjen IKA Unhas Prof Dr. Ir. Yusran Jusuf, M.Si, IPU, wakil ketua umum Andi Irwan Patawari, ketua bidang organisasi dan keanggotaan Sahman AT, S.Sos, dan beberapa pengurus pusat lainnya.

Dalam pemaparannya Harun Ar Rasyid pertama-tama menyampaikan tiga alasan pengurus wilayah IKA Unhas melakukan upaya mediasi pada dua kabupaten di mana IKA Unhas mengalami keretakan dan disharmoni hubungan.

Pertama, dinamika di daerah yang cenderung menyalahkan penerapan AD/ART IKA Unhas, khususnya mengenai persyaratan pelaksanaan Musda, sehingga terjadi gejolak.

Kedua, munculnya pertanyaan tentang apa pentingnya PP IKA melaksanakan Musda di daerah yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan.

Ketiga, dengan cara berpikir demikian mereka menuntut IKA Unhas wilayah menganulir keputusan PP IKA dan solusinya adalah mengadakan Musda ulang.

Mereka diajak islah sebagai solusi dan untuk membesarkan Unhas. “Kami mengajak islah untuk membesarkan Unhas dan memberi solusi. Itu konstruksi berpikirnya,” ujar Harun.

Di Bulukumba Harun bersama Hidayat menjelaskan alasan PP IKA Unhas melaksanakan Musda di daerah dengan segala keterbatasannya. Merkea juga menjelaskan batas kewenangan IKA Unhas wilayah Sulsel.

Kepada alumni yang menolak hasil Musda IKA Unhas Bulukumba, pengurus IKA Unhas wilayah memaparkan realitas IKA Unhas yang sudah berusia 55 tahun dan kondisinya semasa kepengurusan H. M. Jusuf Kalla. Tentu tanpa mengecilkan apa yang telah dikerjakan JK selama masa kepengurusannya.

Pasca Andi Amran Sulaiman terpilih sebagai ketua umum (Ketum) IKA Unhas periode 2022-2026, lanjut Harun, maka kebijakan Ketum waktu itu adalah bagaimana Unhas bisa bangkit dan punya nilai. Selama tahun 2022 pengurus pusat harus membentuk kepengurusan IKA di di daerah-daerah secara masif.

Untuk memberi landasan hukum pembentukan kepengurusan IKA Unhas di daerah, pengurus pusat IKA membentuk tim untuk menyusun AD/ART. “Untuk menjalankan perintah Ketum tersebut, PP IKA melaksanakan Musda IKA di berbagai daerah,” jelas Harun.

Alumni yang menolak hasil Musda IKA Bulukumba sebelumnya, tidak punya alasan untuk meminta IKA wilayah menganulir produk hukum yang lebih tinggi.

“Jadi, berhentilah menyalahkan pengurus pusat IKA dan menyalahkan AD/ART. Produk hukum berupa Musda tidak bisa dibatalkan,” tandas Harun.

Supaya tidak ribut, kata Harun, solusinya adalah islah. Pengurus IKA wilayah tidak akan turut campur dalam permasalahan disharmoni yang sudah berjalan sekitar empat bulan.

Kehadiran organisasi IKA Unhas saat ini sejatinya menjadikan para alumni menjadi lebih solid, bukannya membuat terpecah.

“Ketika belum ada IKA anda bersatu, kenapa setelah ada IKA anda berseteru. Kami tidak akan turut campur. Kami hanya memediasi untuk bersatu kembali,” papar Harun.

Para alumni yang menolak hasil Musda yang lalu, diberi kesempatan berkompromi dengan pengurus hasil Musda selama pengurus IKA wilayah Sulsel belum dilantik.

“Bentuk komprominya adalah Anda membentuk tim yang anggotanya lima atau tujuh, yang penting ganjil. “Dua dari Anda, dua dari sebelah (pihak yang menolak Musda-red), dan satu orang netral yang senior,” kata Harun.

Tim itulah yang akan menyusun kepengurusan IKA Unhas kabupaten Bulukumba sebagai hasil kompromi, sekaligus sebagai bentuk solusi atas dishamorni yang telah berjalan selama empat bulan.

Susunan kengurusan itu selanjutnya dikirim ke pengurus pusat IKA Unhas.

Seperti diketahui, Musda IKA Unhas Kabupaten Bulukumba berlangsung di kafe Grand 99, Minggu (28/8/2022). Musda memilih Hj. Andi Endang Hariyani, S.Sos., M.Si secara aklamasi sebagai ketua IKA Unhas Kabupaten Bulukumba periode 2022-2026.

Mediasi Luwu Utara Berjalan Alot

Islah juga adalah solusi terbaik untuk menyulam kembali keretakan yang terjadi di kalangan IKA Luwu Utara pasca Musda akhir Agustus lalu.

Pihak Arifin Junaidi membuka diri untuk membentuk kepengurusan sebagai bentuk kompromi dan Islah. Bahtiar Manadjeng yang terpilih pada Musda IKA Luwu Utara juga bersedia menyusun kepengurusan sebagai bentuk akomodasi dan kompromi.

Namun, pihak Bahtiar memberi syarat, yaitu formaturnya tetap tim lima yang dibentuk pada saat berlangsung Musda pada 23 Agustus silam.

Sekjen IKA Unhas Prof Dr. Ir. Yusran Jusuf, M.Si, IPU, wakil ketua umum Andi Irwan Patawari, ketua bidang organisasi dan keanggotaan Sahman AT, S.Sos, dan beberapa pengurus pusat lainnya saat menerima tim mediator pengurus IKA Unhas wilayah Sulsel.

Syarat tersebut menjadi ganjalan terjadinya kompromi karena tidak mengakomodasi pihak Arifin Junaidi yang menolak hasil Musda IKA Unhas Luwu Utara yang dilaksanakan di Palopo.

Menghadapi situasi alot tersebut, Ketua Harian IKA Unhas wilayah Sulsel Harun Ar Rasyid bersama ketua bidang Organisasi dan Keanggotaan IKA Unhas Wilayah Sulsel, Tarjo, yang berperan sebagai mediator.

Kedua kubu IKA Luwu Utara untuk islah dan berdamai hingga pelantikan pengurus IKA Unhas Wilayah.

“Jika tidak ada penyelesaikan konflik sampai pelantikan, maka pengurus wilayah akan lebih fokus pada pembentukan IKA Unhas daerah yang sampai saat ini belum terbentuk,” tegas Harun.

Menurut Harun, ketua IKA Unhas wilayah Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto menaruh perhatian besar untuk menyelesaikan konflik IKA Unhas Luwu Utara. Jika mereka ingin menyelesaikan masalahnya di Makassar, Danny Pomanto akan menyediakan akomodasi berapapun anggota IKA Luwu Utara yang mau hadir.

Sementara itu, Sekjen IKA Unhas Prof Yusran Jusuf mengapresiasi upaya pengurus IKA Unhas wilayah Sulsel untuk melakukan mediasi terhadap kerenggangan hubungan IKA Unhas di kabupaten Bulukumba dan kabupaten Luwu Utara. Upaya mediasi ini diharapkan dapat menyatukan dan mengakrabkan kembali seluruh anggota IKA Unhas di kedua daerah itu. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *