Cucu Prof. Wehantouw Meninggal Saat Diksar Mapala 09 di Maros

Berita490 Dilihat

KABARIKA.ID, MAROS -Virendy Marjefy (19 tahun), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar, meninggal saat mengikuti Diksar Mapala 09 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Virendy Marjefy adalah putra ketiga dari empat bersaudara. Korban adalah cucu mendiang Prof. Dr. O.J.Wehantouw, dosen senior Universitas Hasanuddin.

Adapun orangtua Virendy, James Wehantouw adalah wartawan senior Pedoman Rakyat, yang kini menjadi pengusaha dan pemilik media. SOROT Makassar.

Mahasiswa jurusan Arsitek ini meninggal saat melintas jalur Tompobulu Maros-Malino, Kabupaten Gowa, pada Jumat malam (13/1).

Pihak keluarga baru mengetahui hal tersebut pada Sabtu pagi (14/1).

“Iya benar, mahasiswa Teknik meninggal saat Diksar Mapala 09,” kata Kabag Humas Unhas, Supratman S Athana, kepada wartawan, Sabtu (14/1).

Supratman mengaku belum mengetahui kronologi dan penyebab meninggalnya korban. Tapi diakuinya, mahasiswa tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Grestelina sebelum dibawa ke rumah duka.

“Saya sementara cari tahu juga. Tapi saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka,” bebernya.

Pengakuan Ketua Mapala O9 Unhas Teknik Ibrahim selaku Ketua Mapala O9 Unhas mengatakan korban sempat tidak enak badan.
“Magrib kemarin, korban tidak enak badan tapi tetap jalan. Sekitar jam 11 malam ia sudah tidak sadarkan diri,” katanya saat ditemui di RS Grestelina.

Saat korban tak sadarkan diri, panitia pun langsung berusaha mengevakuasi untuk turun dari gunung. Namun, korban meninggal di perjalanan.

“Kami evakuasi dari atas gunung turun ke permukiman warga sekitar lima jam. Subuh baru tiba. Jadi pagi baru infokan keluarga, karena juga baru dapat jaringan,” tandas dia.

Duka cita dari Sejawat orang Tua korban.

Sejawat James Wahantouw, orang tua Virendy Marjefy telah menyampaikan ucapan turut berduka cita melalui jalur WhatApp, FB maupun karangan bunga. Mereka adalah pengusaha, aparat pemerintahan, kepolisian, jaksa, guru, alumni Smansa Makassar, wartawan dan musisi.

James Wehantouw memiliki jaringan yang luas, baik sebagai wartawan maupun pengusaha. Di kalangan anak band Makassar maupun Indonesia, nama James Wehantouw tidaklah asing. Bersama Log Zhelebour, James berkolaborasi menggelar Festival Rock di Indonesia untuk wilayah Timur.

James adalah pendiri Bieffe Enterprise yang kerap menggelar pertunjukan dan festival musik di Makassar. Sekarang selain bergelut sebagai pengusaha, James adalah salah seorang penasehat Pengurus PWI Sulawesi Selatan. (este/kmp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *