Guyon di Perjalanan PP IKA Unhas: Moncongloe Jadi Moncong lu

Berita408 Dilihat

KABARIKA.ID, MAMUJU— Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas), Muh. Idris DP menerima rombongan PP IKA Unhas yang tiba di Mamuju, Jumat (17/02/23) pagi.

Sebanyak 30 pengurus IKA diterima di rumah Ketua IKA Unhas yang juga Sekrov Sulbar. Di rujab rombongan menikmati sarapan dan ngopi-ngopi dengan santai sebelum check in di hotel Maleo.

Kedatangan PP IKA Unhas di Mamuju untuk ikut kegiatan IKA Unhas for Sulbar Recovery yang dihelat dua hari, Jumat dan Sabtu (17 & 18 Februari 2023).

Menyambut kedatangan rombongan M. Idris dan nyonya, Prof. Kartini yang juga pengurus IKA Sulbar menyampaikan terima kasih dan rasa syukur yang tak terhingga atas kedatangan rombongan.

”Alhamdulillah bapak dan ibu sudah tiba. Perjalanan tentu melelahkan,” kata Idris sembari menyalami dan menyentuhkan pipi kiri dan kanan ke Prof Yusran Jusuf. Cipika-cipiki ini berlanjut ke Ilo, Cido, Andi Amri Suwardi, Sudirman dan seterusnya.

Keakraban dan keramaan sohibul bait dengan rombongan sangat terasa, akrab disertai guyon seperti halnya ketika masih di kampus.

Sudirman Numba yang tidak mengikutkan istri, Andi Fitriani jadi bahan guyonan karena Abdul Rasyid Jalil (Cido) dan Ilham Rasyid (Ilo) datang berpasangan.

Prof. Kartini yang berkawan dengan istri Sudirman pun ikut mempertanyakan hal ini. Maklum keduanya pernah sama-sama umroh.

Penjelasan Sudirman Numba yang karib disapa Chudi ke Andi Fitri bahwa yang bisa ikut hanya istri yang menempuh pendidikan S1 di Unhas dipersoalkan sebagai modus karena istri Chudi S2-nya di Unhas dan S1 di universitas lain.

Penjelasan laku menjadi guyonan yang digoreng-goreng, bahwa Chudi memang sengaja tidak mengikutkan istri, padahal berteman baik dengan Prof. Kartini.

”Apapun alasannya tidak ada benarnya. Kenapa ada aturan istri harus S1 di Unhas kalau mau ikut rombongan,” kata Idris.

Chudi yang mencoba mencari alasan pembenaran selalu dipatahkan oleh “pendebat” lainnya, Cido, Ammang, Ilo maupun Prof.
Yusran.

“Tidak adami benar-benarmu, delapan penjuru mata angin menyatakan kamu salah,” kata Cido. “Ini kesalahan sistematis. Kesalahan teori,” tambah Idris, yang dibarengi tawa.

Banyak topik yang dijadikan lelucon dalam perjalanan ini, termasuk Ifan Idris (putra Muh Idris yang kuliah di Fak. Kedokteran).

“Saya curiga Ifan tidak tahu rumahnya,” kata Cido karena Ifan yang duduk di kursi depan salah mengarahkan driver. Mestinya belok dia bilang lurus.

Perjalanan malam hingga pagi dari Makassar ke Mamuju memang melelahkan tapi juga menghibur. Mursalim dan Chudi yang bertugas menyinkrongkan jumlah penumpang di atas bus selalu beda.

Setelah beberapa kali dihitung dan bolak-balik dari depan ke belakang jumlahnya 17, kata Mursalim (Chalink). ”18 orang,” bantah Chudy, yang melihat jumlah penumpang berdasarkan absensi di grup WA yang khusus dibuat untuk kegiatan ini.

“Memang rusak matematika ku sejak SMA,” kata Chalink sambil terkeke-keke.

“Saya tiga semester ka tidak lulus matematika,” kata Kahar Gani coddo (ikut-ikutan).

Akhirnya selisih penumpang yang satu orang ditemukan penyebabnya, yakni Misnawaty yang duduk di samping Suharman. Chudy tidak menghitungnya karena tidak tertulis namanya. “Baruki juga saya lihat dek,” kata Chudy. Ternyata Ahmad Basir juga dobel namanya.

Lain cerita Kahar Gani tentang orang dari Jawa yang mencari lokasi di daerah Maros. Posisi dimana? tanya kawannya. “Sudah tiba. Sekarang ada di moncong lu,” jawabnya. Maksudnya di Moncongloe. “Allei moncong lu,” kata Kahar sambil terbahak.

Program kerja “IKA UNHAS for Sulbar Recovery” secara garis besar terbagi dua, yakni lingkungan dan kebencanaan serta Recovery Manusia dan Fun.

Program lingkungan dan kebencanaan meliputi kegiatan penanaman pohon di sekitar bandara Tampa Padang.

Program ini merupakan kegiatan bakti sosial yang akan menjangkau masyarakat terdampak bencana dan keluarga tak mampu.

Hingga sekarang masih banyak masyarakat yang menganggur karena kehilangan rumah atau anak-anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya.

”Mereka ini perlu sentuhan dan bantuan untuk recovery agar menjadi tangguh,” kata Idris.

Menurut mantan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar ini, program IKA Unhas for Sulbar Recovery mencakup kegiatan pemberian bantuan, pemeriksaan kesehatan, operasi katarak, operasi bibir sumbing dan sunatan massal.

IKA Unhas Sulbar melibatkan berbagai komponen alumni, dokter, dokter spesialis, rumah sakit, dan Pemprov Sulbar. (este)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *