Tinjau Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Andi Amran Sulaiman Kagum terhadap Peralatan Medis Canggih yang Dimiliki

Berita833 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Usai memberikan kuliah kepada mahasiswa jurusan sosial ekonomi pertanian, ketua umum (Ketum) PP IKA Unhas Dr Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. mengadakan pertemuan dengan mantan rektor Unhas periode 2006-2010 dan 2010-2014, Prof Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO, di ruang pimpinan RS Unhas lantai 1, Tamalanrea, Rabu (22/02/2023).

Mengawali pertemuan tersebut, dibicarakan secara sekilas tentang rencana pengembangan rumah sakit Islam Faisal Makassar menjadi rumah sakit bertaraf internasional.

Prof Idrus A. Paturusi kemudian menjelaskan secara garis besar tentang pembangunan gedung rumah sakit pendidikan (RSP) Unhas yang terletak dibagian barat, tepatnya di bagian ruang UGD.

Seiring dengan penambahan kuatiatas ruang bangunan, juga dilakukan penambahan peralatan medis yang canggih. Menurut Prof Idrus, peralatan medis yang dimiliki RSP Unhas saat ingin sangat modern, dan bahkan setara dengan rumah sakit internasional.

Andi Amran Sulaiman yang didampingi Prof Idrus A. Paturusi dan Sekjen IKA Unhas Prof Yusran Jusuf, mengamati sebuah alat medis canggih yang ada di ruang operasi.

Prof Idrus kemudian mengajak Ketum PP IKA Unhas Andi Amran untuk meninjau peralatan medis modern yang baru didatangkan dari luar negeri dan bahkan belum difungsikan, karena belum diresmikan.

Dalam peninjauan tersebut, juga hadir Direktur Utama RSP Unhas, Dr. Andi Muhammad Ichsan, Ph.D., Sp.M (K) dan Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan SDM RSP Unhas, Dr. dr. Andi Indahwaty As, S.Ked., MHSM.

Dari pengurus pusat IKA Unhas, hadir antara lain, Sekjen Prof Dr. Ir Yusran Jusuf, M.Si., IPU, Direktur eksekutif Salahuddin Alam, Dr. H. Ilham Rasid, Dr. Sudirman Numba, dan Dr. Andi Amri serta direktur AAS Foundation, Resky Muliadi.

Saat memasuki ruang operasi dengan sejumlah peralatan canggih, Andi Amran kemudian bertanya retoris.

“Mengapa ya orang Indonesia suka pergi berobat di luar negeri, di Singapura, padahal peralatan rumah sakit kita sudah canggih. Dokter-dokter kita pintar-pintar, tidak kalah dengan dokter di Singapura,” tanya Andi Amran.

Pertanyaan itu kemudian ditimpali oleh Dr. dr. Andi Indahwaty As, S.Ked., MHSM, Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan SDM RSP Unhas, dengan mengatakan bahwa kualitas dokter Indonesia tidak kalah dengan kualitas dokter di luar negeri.

“Kualitas pengetahuan dokter kita tidak kalah dengan dokter di luar negeri. Yang masih tertinggal di kita adalah manajemen rumah sakit dan kualitas pelayanan. Pelayanan dokter kita belum seluruhnya ramah,” ujar dokter Indah.

Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan SDM RSP Unhas, dr. Andi Indahwaty As, menjelaskan cara kerja alat simulasi persalinan yang menggantikan manusia.

Salah satu alat canggih juga yang dimiliki RSP Unhas adalah ruang simulasi persalinan. Para mahasiswa kedokteran maupun dokter tidak perlu lagi melakukan praktik dengan manusia. Di ruangan simulasi itu telah dilengkapi alat peraga yang mirip dengan manusia.

Bukan hanya bodinya yang mirip manusia, tetapi juga perilakunya menyerupai manusia yang bisa menangis dan tertawa, dan sebagainya. Tentu saja itu semua dikendalikan melalui aplikasi di komputer.

“Alat ini sebagai pengganti manusia dan bisa meniru perilaku manusia. Dioperasikan melalui aplikasi, alat ini bisa menangis dan tertawa seperti mansia. Kalau menangis air matanya keluar. Kalau dibuat melahirkan akan keluar bayi di sini (maaf, sambil menunjuk jalan keluarnya bayi),” ujar dr Indahwati.

Peningkatan fasilitas tersebut untuk memprcepat terwujudkan visi RSP unhas, yakni menjadi pelopor terpercaya dalam memadukan pendidikan, penelitian dan pemeliharaan kesehatan yang bertaraf internasional.

RSP Unhas memiliki moto “Tulus Melayani”. Itu berarti berarti semua pihak yang bekerja dalam lingkup RS dituntut untuk memberikan pelayanan tanpa mengharapkan imbalan jasa dari pasien, tidak diskriminasi dan menempatkan pasien sebagai raja.

Untuk dapat menunjang seluruh pelayanan ini, RSP Unhas didukung 797 sumber daya manusia yang andal, terdiri dari 548 tenaga medis dan 249 tenaga non-medis yang terdistribusikan secara proporsional ke seluruh unit-unit pelayanan.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ina Ruth Luise Lepel mengunjungi RSP Unhas pada 26 Januari 2023 lalu. (Foto: Muh. Ruslan)

Saat ini RSP Unhas memiliki 180 tempat tidur untuk rawat inap dan melayani poliklinik spesialis dan subspesialis.

Layanan Spesialis meliputi Pelayanan Bedah, Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi, Kesehatan Anak, Mata, Telinga Hidung Tenggorokan (THT), Kulit Kelamin, Jantung, Urologi, Saraf, Gigi Mulut, Paru, Bedah Saraf, Orthopedi, Psikiatri, Anestesiologi, Radiologi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Forensik, Mikrobiologi dan Rehabilitasi Medik.

Kemudian layanan Subspesialis terdiri dari Bedah, Penyakit Dalam, Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, Mata, Telinga Hidung Tenggorokan (THT), Syaraf, Jantung dan Pembuluh Darah, Kulit dan Kelamin, Jiwa, Paru, Orthopedi dan Gigi Mulut.

Selain itu, RSP Unhas juga telah mengembangkan layanan unggulan yang terdiri dari Cancer Center, Trauma Center, Eye Center, Diagnostic Center, Cerebral and Vascular Intervention Center, Fertility Endocrine Reproductive Center, Reaserch Center, Assesment Alternative Medicine Center, Telemedicine and Education Center, Physiotherpy and Rehabilitation Center. (rus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *