Site icon KABARIKA

Sosiolog Apresiasi Kinerja Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Poin Ketiga: Mencengangkan!

KABARIKA.ID MAKASSAR — Pengamat Politik dan sosiologi politik Universitas Hasanuddin, Dr. Sawedi Muhammad mengapresiasi dan memberi nilai positif kinerja Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang akan berakhir masa jabatan pada 5 september 2023.

Penilaian ini kata Sawedi berdasarkan prestasi yang ditorehkan gubernur termuda Sulsel itu seperti pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2022 mencapai angka 5,11% di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,01%.

“Artinya, Pemprov Sulsel berhasil memaksimalkan pemanfaatan keuangan daerah untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19,” ujarnya, Kamis (23/2/2023).

Kedua, lanjut kepala Sekretariat Unhas itu, capaian Indeks Pembangunan Manusia di Sulsel mengalami peningkatan dari 72,24 tahun 2021 menjadi 72,82 di tahun 2022. Nilai IPM ini menempati peringkat 11 tertinggi secara nasional.

Ketiga,  prestasi yang mencengangkan adalah peningkatan Monitoring Center of Preventing Corruption (MCP) yang dilakukan oleh KPK. Tahun 2020 angka MCP 70,64 (kategori biru), meningkat signifikan tahun 2021 menjadi 84,93 (kategori hijau).

“Sesungguhnya, tata kelola pemerintahan semakin baik dari segi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pengawasan APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak dan manajemen aset daerah. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan,” jelasnya.

Poin keempat lanjut Sawedi,  Gubernur Sulsel, ASS masuk ke dalam kategori 3 politisi muda paling berpengaruh di Indonesia tahun 2022 yang dilakukan oleh riset sebuah perusahaan intelijen media Indo Indicator.

Tak hanya itu, kata dia. Gubernur ASS hanya dikalahkan oleh Gibran Rakabuming (Wali Kota Solo) di urutan pertama dan Muh. Bobby Afif Nasution (Wali Kota Medan) di urutan kedua.

Dari hasil riset Indo Indicator, Gubernur Sulsel tampil dalam 25.768 berita dan pernyataannya yang dikutip di media dari Januari-Desember 2022 mencapai 47.291.

“Gubernur ASS sangat menyadari pentingnya berkomunikasi di era digital dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial,” tuturnya.

Poin kelima ujar Sawedi, Gubernur AAS meraih peringkat Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2021. Capaian ini tidak main-main.

Menurutnya, poin ini sangat penting karena laporan keuangan daerah sudah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung pada material serta lancar melakukan pengendalian internal yang memadai.

“Berbagai prestasi dan capaian tersebut di atas tentu saja layak diapresiasi. Tanpa kerja keras, usaha yang konsisten, integritas dan  kinerja yang pantang menyerah, berbagai prestasi tersebut mustahil tercapai,” urainya.

SELESAIKAN PROGRAM PRIORITAS
Selain mengapresiasi prestasi dan kinerja Gubernur ASS, Sawedi tetap mengingatkan agar waktu yang tersisa dimaksimalkan dengan menuntaskan pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan.

“Tentu saja semua program prioritas yang tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 harus dituntaskan,” ujarnya.

Menurut dia, Indikator kinerja utama seperti indeks infrastruktur harus diprioritaskan, termasuk diantaranya adalah program prioritas membangun 6 Rumah Sakit Regional dan 10 rest area.

“Tapi saya yakin, waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk merealisasikan program prioritas dalam RPJMD,” jelas pengajar Teori Pembangunan hingga Sosiologi Birokrasi sejak November 2016. (*/roy)

Exit mobile version