Buka Bersama Mahasiswa UMI, Andi Amran Sulaiman: Kita Tetangga

- Tetangga Adalah Saudara Terdekat

Berita858 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR–Founder PT. Tiran andi Amran Sulaiman menjamu dan buka bersama dengan 200-an lebih mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, di AAS Building, Makassar, Senin (10/04/2023).

Para mahasiswa berasal dari fakultas pertanian, perikanan, sastra dan lainnya. Mereka juga berasal dari berbagai daerah di Sulsel serta provinsi lain seperti Sulbar, Palu, Kolaka, Gorontalo, bahkan dari Jakara.

Letak AAS Building yang bersebelahan dengan kampus UMI menunjukkan keduanya bertetangga.

“Tetangga adalah saudara terdekat. Kami dan UMI bersaudara,” kata Andi Amran.

Apalagi, ujar Menteri Pertanian RI periode 2014-2019, dirinya tercatat sebagai dosen UMI, namun sekarang ia minta dicabut untuk keperluan guru besar.

    Founder PT. Tiran Andi Amran Sulaiman berinreraksi dengan mahasiswa UMI, Senin (10/04/2023): Foto: este/kabarika

Ketua Umun IKA Unhas itu lalu memotivasi mahasiswa untuk sukses dengan mencontohkan kesuksesan Jack Ma (Ali Baba), Steve Job (Apple) dan RIchard Branson (Virgin Group).

Jack Ma, ungkapnya, hanya SMA sementara Steve Job drop out. Tapi mereka adalah orang sukses.

Kalau mau sukses, maka ubah mindset. Ubah pola pikir untuk mencapai yang lebih besar. “Ubah pola pikir, maka dunia akan kau genggam. Dunia akan kau ubah,” ungkap Andi Amran.

Juga harus persisten atau gigih menghadapi tantangan. Tinggalkan comfort zona.

Andi Amran Sulaiman memotivasi mahasiswa UMI di AAS Building, Makassar, Senin (10/02/2023). Foto: Fadlan/kabarika

Ingin sukses? Tanya Andi Amran. Jangan pernah gores hati kedua orang tuamu terutama ibu.

“Jangan pernah berharap sukses kalau pernah menggores, apalagi menyakiti hati orangtuamu,” katanya.

Untuk memotivasi mahasiswa, Andi Amran memperlihatkan foto saat dirinya masih mahasiswa yang sedang berbaring di tempat kost yang kondisinya memprihatinkan.

Dalam foto tersebut, Amran muda hanya mengenakan celana jins, tidur beralaskan kasur butut, lantai tak berterpal hingga makan apa adanya. Ranjang, kasur dan lainnya pemberian orang lain.

“Gaji bapak saya seorang tentara hanya Rp 116 ribu perbulan untuk menghidupi 12 anak. Saya dulu miskin, jelek, sering dihina. Aku berangkat bukan dari nol tapi dari minus nol,” katanya.

Ia ingin menyampaikan bahwa petikan susah payah hidup itu mengantar seseorang menjadi sukses, asalkan mau kerja keras, persistensi dan ikhtiar.

“Membaaca buku memberi memories, tapi belum tentu bisa, tapi bertemu langsung saya evidence (bukti) kamu pasti bisa,” ujar pria kelahiran Bone.

Sementara itu, saat sesi tanya jawab Bahrul Ulum, mahasiswa Fakultas teknik menyampaikan kesan bahwa dirinya sangat tertarik dengan pengalaman yang diceritakan Andi Amran.

Bahrul mengaku dirinya berproses seperti cerita Andi Amran. Meski berada dalam banyak kekurangan dan satu matanya menggunakan mata palsu ia akan terus berjuang seperti cerita Andi Amran.

“Saya percaya kamu bisa,” puji owner PT. Tiran dan mengajaknya ke depan.

Karena keteguhan dalam berjuang, Bahrul Ulum lalu diberi tunjangan biaya kuliah selama satu tahun dan diterima bekerja bila telah menyelesaikan kuliahnya.

Bahrul Ulum sujud syukur setelah mendapat respon untuk bekerja di Tiran group perusahaan milik Andi Amran Sulaiman dan diberi tunjangan kuliah satu tahun, Senin (10/04/2023). Foto: este/kabarika

Moment ini membuat haru, baik Bahrul Ulum yang berkali-kali sujud syukur maupun mahasiswa lainnya. Bahkan beberapa mahasiswi meneteskan air mata.

Dosen UMI Dr. Ir. Sudirman Numba dan Muhammad Basalamah turut menyaksikan momen ini bersama Pengurus IKA Unhas antara lain Sekjen Yusran Jusuf, Direktur Eksekutif Salahuddin Alam, Rezki Mulyadi, Suwardi Thahir, Yarifai Mappeaty, Mulawarman, Fadlan, Ahmad Basir dan Ichi Indrawan. (este)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *