Andi Amran Sulaiman Tegaskan, “Lempu” Jadi Barang Langka di Republik Ini

Berita805 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pendiri PT Tiran Group yang juga mantan Menteri Pertanian periode 2014-2019, Dr Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. mengundang anggota Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Pusat untuk buka puasa bersama pada hari ke-24 Ramadan 1444 H., bertempat di menara AAS Building, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (15/04/2023).

Tokoh KKMB yang hadir pada acara itu adalah ketua KKMB, Drs. Andi Syahri Wijaya, Prof Murtir Jeddawi, Prof Hamka Husain, Andi Santiaji Parewangi, Dr. Andi Syahrial M.,
Andi Dahrul, S.E. dan Sekjen KKS Soppeng yang mewakili ketua KKS, Andi Muh. Husni serta mahasiswa asal kabupaten Bone yang berada di Makassar

Dalam sambutannya di depan sekitar 500 orang anggota KKMB menjelang waktu berbuka puasa, Anda Amran mengutip beberapa pepatah Bugis yang merupakan pappaseng tomatoa (petuah bijak orang tua).

Anggota KKMB menyimak sambutan penuh hikmah dan inspirasi yang disampaikan oleh Andi Amran Sulaiman.

Pepatah Bugis yang dikutip itu terkait dengan nilai moral dan spiritual dalam mendinamisasi kehidupan untuk meningkatkan produktivitas dan rasa kemanusiaan.

Naporennui cedde napole maega” (hanya sedikit yang diharap, tapi ternyata mendapatkan yang banyak). Pepatah Bugis ini mengandung makna mengenai pentingnya kita bersyukur atas rezeki yang Allah berikan.

Hal ini sesuai janji Allah yang akan menambah rezeki hamba-Nya apabila hamba itu mensyukuri nikmat yang ada padanya.

Ketua umum IKA Unhas itu mengatakan bahwa pepatah Bugis yang merupakan petuah orang tua dulu itu, perlu direnungi karena maknanya luar biasa.

“Ada nilai spiritual pappaseng tomatoa yang saya rasakan manfaatnya hingga hari ini,” tegas Andi Amran.

Menjalani kehidupan dengan profesi yang telah dipilih dan digeluti, mempersyaratkan kerja keras untuk mencapai keberhasilan.

Hal itu tergambar dalam pepatah Bugis yang disampaikan Andi Amran. Yakni, “Tinulu laku-laku pura paggangkanna”.

Pepatah ini mengandung pengertian bahwa kerja keras dengan ikhtiar yang kuat akan berujung pada kesuksesan dan kebahagiaan.

Andi Amran sengaja menyampaikan pepatah bijak orang Bugis kepada masyarakat Bone, terutama generasi mudanya agar bekerja keras dalam menjalani pekerjaan dan profesi yang mereka geluti.

Tekait dengan komitmen, kejujuran, serta kesetaraan dan kebersamaan, Andi Amran menyampaikan pesan bijak orang dulu yang berbunyi: “Getteng lempu temmappasilaingeng”.

Pepatah bijak ini mengandung makna bahwa komitmen yang kuat dan kejujuran tidak membeda-bedakan antara sesama manusia.

Ungkapan lain yang semakna dengan getteng adalah taroada tarogau, yang bermakna satunya kata dengan perbuatan.

“Jika mau sukses, harus memegang teguh prinsip taroada tarogau; satunya kata dengan perbuatan,” tandas Andi Amran.

Andi Amran Sulaiman berdialog dengan perwakilan generasi muda dan memberinya semangat agar menjadi pemuda tangguh yang berkarakter kuat.

Menurut ketua umum IKA Unhas itu, kejujuran atau lempu telah menjadi barang langka di negeri ini.

Lempu, ini menjadi barang langka di republik ini. Mudah diucapkan, tapi terkadang berpura-pura. Terkadang pencitraan. Padahal lempu itu adalah komunikasi kita dengan Tuhan, bukan dengan manusia. Pertanggungjawabannya di akhirat nanti,” papar Andi Amran.

Ketidakadilan seringkali menciptakan kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Persahabatan bisa putus karena tidak ada keadilan dan kesejahteraan.

“Bahkan tidak jarang suami istri bercerai karena tidak ada keadilan,” tandas Andi Amran.

Ungkapan temmappasilaingeng bermakna semua manusia sama, tidak ada yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Kepada para anggota KKMB dan mahasiswa Bone, mantan Menteri Pertanian itu mengingatkan agar jangan pernah menganggap remeh orang lain, bagaimanapun kondisinya.

“Kami pernah jalan ada orang buta saya temui, saya cium tangannya. Staf saya yang ada di belakang heran. Dia tanya, kenapa kita cium tangannya orang buta tadi. Saya jawab, mau lihat itu ahli surga. Dia tidak punya dosa sampai detik ini karena dia buta sejak lahir. Dia itu tinggi derjatnya di mata Allah, dibanding kita yang normal,” papar Andi Amran.

Pepatah bijak orang-orang tua Bugis yang disampaikan Andi Amran di hadapan sekitar 500 orang anggota KKMB, merupakan warisan penting yang bernilai spiritual yang diterima dari orang tuanya.

“Ini adalah warisan dan oleh-oleh yang kami terima dari nenek, dari orang tua kami,” tandas Andi Amran. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *