Salat Idul Fitri 1444 H. di AAS Building, Khatib: Idul Fitri adalah Momentum Menjaga Kesucian sebagai Muttaqin

Berita463 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Sekitar seribu orang jamaah memadati musalah menara AAS Building lantai 1, untuk melaksanakan salat Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H. yang bertepatan dengan Sabtu, 22 April 2023.

Mereka terdiri dari karyawan PT. Tiran Group beserta keluarga dan pengurus pusat IKA Unhas bersama keluarga.

Pendiri Tiran Group yang juga ketua umum IKA Unhas, Dr Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. beserta keluarga dan saudaranya, hadir bersama jamaah lainnya.

Dirut dan unsur pimpinan PT. Tiran Group beserta keluarga, juga hadir melaksanakan salat Idul Fitri dalam suasana yang penuh kekhidmatan.

Sementara dari unsur pengurus pusat IKA, hadir antara lain, Dr. H. Ilham Rasyid, Dr. Sudirman Numba, Andi Irwan Patawari, Kolonel (Purn) Andi Suyuti, Suwardi Thahir, M.I.Kom, dan Dr. Andi Amri.

Jamaah salat Idul Fitri menyimak uraian khutbah yang disampaikan oleh khatib. (Foto: Uca)

Salat Idul Fitri dipimpin oleh imam alhafiz ustad Taufiqurrahman Husaifah. Sedangkan bertindak sebagai khatib adalah Dr. H. Andi Muhammad Sumardin, S.Ag, M.A., dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dalam khutbahnya, H. Andi Muhammad mengingatkan kembali para jamaah bahwa tujuan puasa Ramadan adalah mengantarkan orang-orang beriman pada derajat takwa.

Ramadan diakhiri dengan Idul Fitri yang menjadi momentum untuk menjaga kesucian sebagai orang muttaqin.

“Salat Idul Fitri yang kita laksanakan ini merupakan akhir dari rangkaian ibadah puasa Ramadan yang telah kita laksanakan. Idul Fitri menjadi momentum bagi kita semua yang telah melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan, untuk mempertahankan kesucian sebagai orang muttaqin,” kata ustad.

Khatib Dr. H. Andi Muhammad Sumardin, S.Ag, M.A. (Foto: Muh. Ruslan)

Ia juga mengingatkan bahwa kesenjangan sosial bisa terjadi karena orang-orang kaya kurang memperhatikan keberadaan nasib orang miskin.

Penguasa yang bertindak semena-mena juga bisa menjadi penyebab terlantarnya orang-orang miskin yang ada di sekitar kita.

“Padahal mereka adalah juga saudara-saudara kita yang sangat butuh perhatian,” tegas usatad.

Menurut H. Andi Muhammad, jiwa yang telah mendapat keridaan Allah Swt dalam bulan Ramadan sebenarnya sangat berkesan jika dihayati mengenai nasihat orang tua kepada anaknya.

Orang tua mendidik anaknya dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, seorang anak tidak akan sanggup membayar utang budi kepada kedua orang tuanya.

Penderitaan seorang ibu ketika mengandung anaknya, digambarkan oleh Allah Swt dalam surat Lukman [31] ayat 14.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengadungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S. Lukman [31]: 14).

Pendiri Tiran Group yang juga ketua umum IKA Unhas, Dr Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. beserta jamaah menyaksikan penampilan Fadli PADI. (Foto: Muh. Ruslan)

Pada bagian akhir khutbahnya, khatib H. Andi Muhammad, mengingatkan para jamaah salat Idul Fitri untuk menyempurnakan puasa Ramadan yang telah mereka laksanakan dengan mengerjakan puasa sunat Syawal selama enam hari.

“Puasa Syawal enam hari pahalanya sama dengan satu tahun puasa,” kata ustad mengingatkan.

Turut hadir melaksanakan salat Idul Fitri di menara AAS Building adalah artis Andi Fadly Arifuddin PADI, yang lebih populer dengan nama Fadli, dan menghibur jamaah setelah seluruh rangkaian Idul Fitri selesai. (rus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *