Jangan Anggap Sepele Lupus, Penyakit Autoimun yang Bisa Menyerang Siapa Saja

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Hari Lupus Sedunia diperingati setiap 10 Mei sejak 19 tahun lalu. Peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit lupus. Ada sekitar 5 juta orang yang mengidap penyakit lupus di seluruh dunia.

Penetapan hari lupus sedunia (World Lupus Day) diprakarsai oleh organisasi Lupus Foundation of America pada 2004.

Peringatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang lupus, menyatukan kelompok-kelompok lupus di seluruh dunia, dan menyampaikan pesan yang kuat tentang dampak fisik, ekonomi, emosional, dan sosial dari lupus pada individu dan keluarga.

Peringatan Hari Lupus Sedunia jatuh pada tanggal 10 Mei setiap tahun. (Foto: Ist.)

Peringatan ini juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan pasien, penelitian yang lebih baik tentang penyebab dan pengobatan lupus, diagnosis dan pengobatan yang lebih dini, serta data epidemiologi yang lebih baik tentang lupus secara global.

Masalah akses pengobatan dan perawatan rupanya masih menjadi tantangan terbesar bagi penderita lupus di seluruh dunia. Pada peringatan Hari Lupus Sedunia 2023, survei menyatakan bahwa masih ada pasien lupus yang tidak mendapatkan perawatan medis secara memadai.

Baru-baru ini, survei global dari Federasi Lupus Dunia (World Lupus Federation) menemukan 1 dari 4 responden penderita lupus menunda atau tidak mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan dalam satu tahun terakhir.

Hambatan soal perawatan itu datang dengan sejumlah alasan: daftar tunggu (44 persen), kelelahan (22 persen), dan alasan biaya (22 persen).

Menurut survei tersebut, mereka yang menunda atau tidak mendapatkan perawatan dua kali lebih mungkin mengalami beberapa serangan saat gejala lupus memburuk, seperti nyeri dan pembengkakan.

Tema Hari Lupus Sedunia 2023. (Foto: World Lupus Federation)

Tema Hari Lupus Sedunia 2023 adalah “Make Lupus Visible“. Tema ini dipilih untuk mengajak masyarakat lebih sadar tentang diagnosis lupus dan konsekuensi psikologis, sosial, dan ekonomi yang diakibatkannya.

Fokus kampanye ini juga mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah di seluruh dunia, untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan bagi para penyintas lupus.

Apa itu Lupus?

Menurut laman World Lupus Day, lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri di sejumlah bagian tubuh, termasuk jantung, ginjal, paru-paru, darah, persendian, dan kulit. Penyakit lupus menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan infeksi, menyerang jaringan yang sehat.

Penyakit lupus bisa menyerang siapa saja. Namun, 90 persen penderita penyakit ini adalah wanita. Hingga saat ini belum diketahui penyebab lupus, dan penyakit ini belum bisa disembuhkan.

Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Akan tetapi, pada orang yang mengalami penyakit autoimun seperti lupus, sistem imun justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat.

Lupus terbagi dalam beberapa jenis, yaitu systemic lupus erythematosus (SLE), lupus pada kulit (cutaneus lupus), lupus akibat obat (drug induced lupus), dan lupus yang terjadi pada bayi baru lahir (neonatal lupus).

Penyebab dan Gejala Lupus

Penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan sering dikaitkan dengan terjadinya lupus. Beberapa pemicu munculnya gejala lupus adalah paparan sinar matahari, penyakit infeksi, atau obat-obatan tertentu.

Penyakit Lupus lebih banyak diderita oleh wanita. (Foto: Ist.)

Lupus dapat menyebabkan peradangan di berbagai organ dan bagian tubuh. Hal ini menyebabkan gejala lupus bisa berbeda pada penderitanya. Meski begitu, terdapat sejumlah gejala umum yang bisa terjadi, seperti nyeri dan kaku pada sendi, lelah, ruam kulit, sensitif terhadap sinar matahari, penurunan berat badan, demam tanpa sebab yang jelas, pucat pada jari tangan atau jari kaki, dan sariawan.

Pengobatan dan Pencegahan Lupus

Lupus tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada sebatas untuk meredakan keluhan, mencegah munculnya gejala, dan menghambat perkembangan penyakit. Metode pengobatannya bisa berupa pemberian obat-obatan, penerapan pola hidup sehat, dan pengelolaan stres dengan cara yang positif.

Lupus juga tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena lupus atau mencegah kambuhnya keluhan dan gejala. Yakni, menerapkan gaya hidup sehat, menghindari pemicu lupus, menghindari stress berlebihan, rajin berolahraga, tidak merokok,dan melakukan kontrol kesehatan ke dokter secara berkala. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *