Fakultas Teknik Unhas Perkenalkan Limbah Kotoran Hewan sebagai Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil

Berita, Kabar Unhas563 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan proses penerapan ekonomi sirkular, dengan mengolah limbah kotoran hewan ternak sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil, pada program Bina Desa Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, di Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Minggu (4/06/2023).

Kegiatan ini merupakan program keberlanjutan dari sosialisasi yang dilaksanakan pada 27 Mei lalu, dengan tema “Pengolahan Limbah Kotoran Hewan Ternak dengan Metode Anaerob Penghasil Gas Metana sebagai Alternatif Pengganti Bahan Bakar”.

Pada sosialisasi ini ditekankan bahwa kotoran sapi berpotensi menghasilkan biogas, karena memiliki kandungan gas metan yang cukup tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar.

Nurul Masyiah Rani, selaku ketua panitia menjelaskan implementasi teknologi biogas di Desa Bolaromang, merupakan penerapan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kurang lebih 400 liter kotoran sapi. Ini dapat digunakan selama kurang lebih dua hari untuk keperluan masak-memasak.

Perwakilan Fakultas Teknik Unhas melakukan selebrasi dengan Sekreratis Desa Bolaromang, Muslim bersama staf atas program pengolahan limbah kotoran hewan ternak sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil, di Desa Bolaromang.

Teknologi tepat guna tersebut diharapkan bisa diimplementasikan secara menyeluruh oleh masyarakat, sehingga dapat menghemat penggunaan LPG dan bermanfaat secara ekonomi.

“Kegiatan ini sudah masuk ke tahapan selanjutnya, yakni instalasi teknologi. Sebelum serah terima teknologi biogas tersebut, manager dan dosen yang terhimpun dalam bidang kemahasiswaan FT Unhas bersama mahasiswa teknik lingkungan menginstalasi reaktor biogas di salah satu kandang sapi warga di Desa Bolaromang,” ujar Nurul.

Sementara itu, Sekreratis Desa Bolaromang, Muslim, menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Unhas kepada daerah yang dipimpinnya.

Ia berharap, melalui program bina desa ini masyarakat setempat bisa mengetahui dan mengimplementasikan proses pengolahan limbah kotoran ternak menjadi lebih bermanfaat.

Secara umum, kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian terhadap masyarakat. Warga Desa Bolaromang diharapkan dapat mengolah kotoran hewan ternak sapi mereka dan menjadikan kondisi lingkungan Desa Bolaromang lebih bersih. (*/rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *