Kemenag dan Kemenhaj Arab Saudi Bentuk Tim Investigasi Soal Kisruh Layanan Mashariq di Armuzna

Berita1386 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) diwarnai sejumlah masalah yang berdampak terhadap jamaah haji Indonesia. Layanan yang menjadi tanggung jawab Mashariq ini tidak bisa diberikan secara optimal sehingga merugikan jamaah.

Beberapa persoalan yang muncul antara lain, tenda Arafah yang sempat dimasuki jamaah nonkuota, keterlambatan pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina sehingga jamaah kepanasan, masalah saluran air bersih dan sanitasi di Mina, hingga keterlambatan katering untuk jamaah haji.

“Kita tahu, kemarin, baik di Arafah, Muzdalifah, maupun Mina, banyak persoalan yang terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak Mashariq atau perusahaan yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi. Dua hari yang lalu kita bertemu dengan Menteri Haji, untuk menyampaikan beberapa persoalan saat puncak haji. Sebelumnya, kita juga menemui Mashariq untuk melakukan protes yang keras atas pelayanan yang mereka berikan,” ujar Menteri Agama (Menag) usai menggelar Koordinasi Persiapan Layanan Pasca-Armuzna di Makkah, Minggu (2/07/2023).

Pertemuan Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah terjadi pada 30 Juni 2023, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, di Mekkah, Jumat (30/06/2023. (Foto: Kemenag)

Setelah pertemuan, keduanya bersama-sama menghadiri Haflatul Hajj Al-Khitami atau perayaan penutupan penyelenggaraan ibadah haji. Acara yang mengusung tema “Khitaamuhu Misk” ini dihadiri sejumlah menteri dan delegasi dari berbagai negara pengirim jamaah haji.

Menurut Menag, Kemenhaj Arab Saudi berkomitmen membantu Kemenag RI. Menhaj Arab Saudi Taufiq F. Al-Rabiah bahkan mengaku ikut merasakan sakit atas kondisi yang dialami jamaah haji Indonesia.

“Ini saya mengutip pernyataan Menteri Haji. Saya juga merasakan sakit seperti yang anda rasakan. Begitu katanya kepada saya, dan saya memohon maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini. Insya Allah ini akan menjadi kejadian yang terakhir kalinya,” ujar Menag menirukan ungkapan sahabatnya, Taufik F. Al Rabiah.

Menurut Menag, Kemnterian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menegaskan berkomitmennya untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya kenal betul Pak Menteri (Taufiq F. Al-Rabiah) ini punya komitmen kuat. Maka saya optimis, perbaikan-perbaikan akan terjadi pada pelaksanaan haji tahun depan,” tegas Yaqut.

Hasil pertemuan dua menteri tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan antara tim Kemenag RI dan Kemenhaj Arabia Saudi pada hari ini (Ahad-red). Kedua pihak sepakat untuk melakukan investigasi atas beberapa persoalan yang muncul mulai di Arafah, Muzdalifah, lalu Mina.

“Kita membuat tim bersama yang insya Allah hasilnya tadi kita sepakati seminggu atau masksimal dua minggu yang akan datang, kita sudah dapat hasil investigasinya,” tegas Menag.

Hal senada disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H./2023 M., Subhan Cholid. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Kemenag.

Mereka berjanji akan melakukan investigasi dan hasilnya akan disampaikan dalam satu atau dua minggu ke depan.

“Hasil itu yang kita tunggu detail-detailnya. Kenapa (di Armuzna) bisa sampai seperti itu, penyebabnya apa, ini yang kita tunggu,” jelas Subhan.

Menyinggung soal kemungkinan ganti rugi, Subhan menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari pemerintah Arab Saudi. Sebab, layanan di Armuzna adalah bagian dari layanan yang sifatnya mandatori dari pemerintah Arab Saudi.

“Kita tunggu hasil investigasinya. Apakah di sana akan dikenakan ganti rugi dan lain sebagainya, itu akan kita tunggu dari hasil investigasinya,” kata Subhan.

Sempurnakan Layanan

Menag Yaqut berkomitmen akan berupaya menyempurnakan pelayanan memasuki fase akhir penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yaitu pemulangan jamaah. Proses pemulangan jamaah akan mulai berlangsung pada 4 Juli hingga 2 Agustus 2023.

Pemulangan terbagi dalam dua gelombang. Jamaah yang diberangkatkan pada gelombang pertama, akan pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Tahap ini akan berlangsung dari 4–18 Juli 2023.

Menag Yaqut Cholil Qoumas bertekad menyempurnakan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia Pasca-Armuzna. (Foto: Kemenag)

Sementara jamaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, akan menuju Madinah terlebih dahulu mulai 10 Juli 2023. Mereka akan berada di Madinah sekitar delapan atau sembilan hari.

Proses pemulangan mereka dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah akan berlangsung dari 19 Juli sampai 2 Agustus 2023.

“Pasca-Armuzna, insya Allah kita akan menyempurnakan pelayanan yang kita berikan, mulai dari konsumsi, bus shalawat, akomodasi, dan semua yang terkait dengan pelayanan yang harus diberikan pemerintah Indonesia melalui Kemenag dan Kemenkes. Kita akan tunaikan tanggung jawab ini dengan tuntas dan sebaik-baiknya,” tandas Menag.

“Saya mohon doa, seluruh masyarakat Indonesia agar yang kita ikhtiarkan terkait dengan perbaikan layanan bersama dengan pemerintah Arab Saudi, benar-benar bisa dicapai sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Menag.

Apa itu Mashariq?

Dikutip dari Arab News, Mashariq merupakan akronim dari Motawif Pilgrims for Southeast Asian Countries Co.

Ia merupakan perusahaan yang menyediakan layanan haji lengkap untuk 130.000 jamaah dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina selama musim haji 2023.

Perusahaan ini adalah spesialis dalam menyediakan paket haji dan umrah, dan bekerja sama dengan Kemenhaj Arab Saudi setiap tahun untuk memastikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya.

Tenda-tenda di Mina yang ditempati jamaah haji Indonesia dan dikelola oleh Mashariq. (Foto: MCH Makkah)

Ehsan A. Bouges, seorang pejabat di perusahaan tersebut, mengatakan bahwa perusahaan itu dibagi menjadi beberapa unit untuk mengawasi berbagai urusan haji.

“Program ini terdiri dari kelompok unit, dan masing-masing unit memiliki peran, seperti unit makanan, unit pengendalian keramaian Jamarat (tempat melempar jumrah), unit perumahan Makkah, unit perumahan tempat suci, unit urusan masyarakat, dan pengelompokan, transportasi, penerimaan, dan unit keberangkatan,” papar Ehsan.

Sejauh ini, belum ada detil kerja sama antara Kemenag dengan Mashariq.

Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) di laman internetnya mengungkapkan, Mashariq menunjuk PT Hati Barokah Investama (HBI) sebagai operator penyedia makanan bagi jamaah haji dan umrah di Arab Saudi.

Penunjukkan itu terjadi saat Pameran Haji dan Umrah di Jeddah pada awal Januari 2023 silam. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *