Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Syukuri Situasi Bangsa yang Telah Pulih Kembali

Berita373 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Joko Widodo menghadiri acara zikir dan doa kebangsaan yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (1/08/2023).

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut, Wapres RI Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Mensesneg Pratikno, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Mendag Zulkifli Hasan, Men-PAN RB Abdullah Azwar Anas, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Selain itu, juga hadir Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PB NU Yahya Cholil Staquf, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan bahwa zikir dan doa kebangsaan yang dilaksanakan merupakan bentuk rasa syukur atas anugerah Allah Swt., sehingga dapat terlepas dari situasi pandemi Covid-19.

“Alhamdulillahirabbilalamin puji dan syukur kehadirat Allah Swt., kita bisa hadir kembali di zikir dan doa kebangsaan pada malam hari ini. Sungguh tadi sudah disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden, bahwa anugerah Allah Swt. yang luar biasa bahwa kita bisa lepas dari Covid-19,” ujar Presiden.

Presiden pun mengingatkan kembali bahwa pada saat pandemi Covid-19, seluruh lapisan masyarakat saling membantu dan bekerja bergotong royong bersama-sama. “Hal tersebut telah dilewati dan patut disyukuri,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan beragama yang baik. Presiden pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, sikap toleransi dan saling menghargai dalam kehidupan masyarakat.

“Marilah kita terus merawat kerukunan kita, merawat toleransi kita, sikap saling menghormati, sikap saling menolong agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang bersatu, bangsa yang maju, bangsa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” tutur Presiden.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam tausiahnya mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kita mohon kepada Allah supaya diberikan inayah, inayah menghadapi tantangan yang akan datang, kuncinya adalah kita bersatu. Mari kita wujudkan sikap tawadu, saling mencintai di antara sesama kita, sikap tarahum saling menyayangi di antara kita,” ucap Wapres Ma’ruf Amin.

Acara zikir kebangsaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Wahyu Andi Saputra. Selanjutnya, K.H. Musthofa Aqiel Siradj sebagai ketua penyelenggara menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya zikir dan doa kebangsaan dengan situasi yang lebih semarak.

“Kami para kiai, para pesantren dan semuanya matur nuwun, sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang menginstruksikan, mengagendakan zikir. Zikir merupakan rangkaian tasyakur kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 1 Agustus di Istana Negara,” ujarnya.

Zikir kebangsaan dipimpin oleh K.H. Munif Zuhri. Sementara Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya memimpin doa kebangsaan dengan didampingi oleh lima tokoh lintas agama.

Adapun tokoh lintas agama yang hadir adalah, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Gomar Gultom, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar- Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Agustinus Heri Wibowo, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Tanuwibowo, dan Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Philip K. Widjaja. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *