Presiden Jokowi Buka Muktamar Sufi Internasional, Buat Indonesia Dikenal sebagai Contoh Islam Moderat

Berita559 Dilihat

KABARIKA.ID, PEKALONGAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Muktamar Sufi Internasional tahun 2023 yang dilaksanakan di Sahid International Convention Center, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (29/08/2023).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan muktamar yang diyakini mampu meningkatkan kepercayaan dunia kepada Indonesia serta makin dikenal sebagai contoh negara Islam moderat.

“Pelaksanaan muktamar ini sangat penting bagi Indonesia, akan membuat Indonesia semakin dikenal sebagai contoh Islam moderat,” ujar Presiden Jokowi.

Pelaksanaan muktamar sufi ini akan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia dan akan membuat Indonesia semakin diperhitungkan.

Menurut Presiden Jokowi, muktamar tersebut juga membuktikan Islam Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, tapi juga memiliki peran yang sangat strategis serta berkontribusi untuk membangun peradaban dunia yang damai dan harmonis.

“Muktamar ini mengejawantahkan nilai-nilai luhur tasawuf, thoriqoh, mendekatkan tasawuf dan thoriqoh kepada negara masing-masing,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo berjalan memasuki ruang muktamar sufi, yang didampingi oleh Ketua Forum Sufi Dunia Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Menhan Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, di Sahid International Convention Center, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/08/2023). (Foto: Setpres)

Presiden juga meyakini bahwa nilai-nilai luhur budaya nusantara, seperti saling menghargai, ramah tamah, sopan santun, guyub, dan kearifan bangsa lainnya akan mewarnai penyelenggaraan Muktamar Sufi yang akan berlangsung hingga 31 Agustus ini.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak semua pihak agar terus merawat kerukunan, toleransi, menolak ujaran kebencian, fitnah, dan hoaks.

Dia berharap penyelenggaraan muktamar ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi dunia Islam dan bisa menuntun umat Islam ke arah perbaikan dan kebaikan.

Selain itu, muktamar ini juga diharapkan bisa memberikan solusi terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di beberapa belahan dunia saat ini.

Toleransi dan Moderat

Presiden Jokowi pun mengajak para ulama dan tokoh agama untuk terus mengajarkan kerukunan, perdamaian, keharmonisan, dan toleransi di tengah keberagaman dan perbedaan di Indonesia.

Dia mengatakan, sikap toleransi dalam perbedaan akan membuat bangsa Indonesia semakin bersatu.

”Kita harus terus saling mengingatkan tentang adanya perbedaan-perbedaan, tentang adanya keberagaman. Tapi, keberagaman yang harus dilanjutkan dengan toleransi dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada, sikap moderat dan saling berinteraksi akan memungkinkan kita untuk bersatu dalam keberagaman. Unity in diversity,” ujar Presiden Jokowi.

Sebagai negara berpenduduk majemuk dengan beragam etnis, agama, dan budaya, persatuan dalam keberagaman menjadi semangat bangsa Indonesia. Presiden Jokowi pun bersyukur, Indonesia bisa terus kokoh bersatu dan menjaga stabilitas politik.

“Semua ini berkat karakter moderat bangsa Indonesia yang menjaga toleransi dan persatuan,” tandas Presiden Jokowi.

Dihadiri 73 Sufi Mancanegara

Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Sufi Internasional 2023 yang juga Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dalam laporannya menyebutkan, Muktamar ini dihadiri 73 sufi mancanegara yang terdiri perwakilan dari 38 negara di seluruh dunia, dan diikuti 1.000 ulama dan tokoh nasional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden RI beserta Ibu Iriana yang berkenan hadir untuk membuka acara World Sufi Assembly (WSA) Conference Tahun 2023,” kata Menhan Prabowo.

Presiden Joko Widodo, Ketua Forum Sufi Dunia Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, dan Menhan Prabowo Subianto berfoto bersama para sufi dari 38 negara yang menghadiri Muktamar Sufi Internasional tahun 2023 di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023). (Foto: tangkapan layar laman worldsufiassembly.com)

Prabowo menjelaskan, Indonesia merasa sangat beruntung karena ada dua tokoh yang masuk dalam daftar 500 muslim yang berpengaruh di dunia berasal dari Indonesia, yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Kedua tokoh tersebut merupakan tokoh yang dihormati di seluruh dunia.

“Acara ini semakin menegaskan seperti yang disampaikan oleh Presiden RI melalui pidato kenegaraan beberapa waktu lalu, bahwa kepercayaan dari dunia internasional kepada Indonesia merupakan modal penting bagi kedudukan negara Indonesia agar sejajar dengan negara-negara besar lain di dunia,” ujar Menhan Prabowo.

Multaqo Sufi Al Alamy (Muktamar Sufi Internasional) tahun 2023 merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Multaqo Sufi Al Alamy pertama kali digelar pada tahun 2019 silam. Salah satu hasilnya adalah menetapkan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai Ketua Forum Sufi Dunia, yang kini berubah nama menjadi Majelis Sufi Dunia atau World Sufi Assembly.

Pembukaan muktamar ini dihadiri oleh Ketua Forum Sufi Dunia (WSA), Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, Kapolri Jenderal Pol Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, serta bupati/wali kota, Kapolres dan pejabat TNI seluruh eks karesidenan Pekalongan. (*/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *