Digitalasisasi Tekan Industri Pers, Presiden Jokowi: Teknologi Tak Bisa Dihentikan

Berita577 Dilihat

Digitalasisasi Tekan Industri Pers, Presiden Jokowi: Teknologi Tak Bisa Dihentikan

KABARIKA.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo membuka Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023).

Presiden Repubkik Indonesia ke-7 yang karib disapa Jokowi mengingatkan bahwa dunia pers di semua negara menghadapi tantangan, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, artificial intelligence (AI).

Menurut Jokowi, tantangan tersebut tidak hanya dirasakan sendiri di Indonesia, tapi semua negara merasakan hal yang sama.

“Dunia pers semakin banyak tantangan, karena memang dunia digital ini tidak bisa kita hentikan,” ungkap kata Jokowi.

Jokowi mengaku sering mendengar bahwa industri media sedang tidak baik-baik saja karena tantangan yang muncul semakin banyak, salah satunya perkembangan AI.

Jokowi menangkap ada ketakutan dari banyak negara terhadap perkembangan AI.

“Saya menangkap ada ketakutan yang amat sangat mengenai artificial intelligence, dan regulasinya selalu terlambat, sehingga selalu didahului oleh hal-hal yang baru,” ujar dia.

Setelah kemunculan AI, kata Jokowi, sekarang lahir konsep generative artificial intelligence.

Padahal, dengan munculnya AI saja, kata dia, banyak peran manusia yang terancam dalam dunia kerja.

“Semua tahu naskah narasi bisa pakai AI, bahkan membawakan berita juga bisa pakai AI,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, kata Presiden, diperlukan payung besar regulasi tentang transformasi digital yang holistik.

Regulasi Holistik

Regulasi yang holistik itu harus bisa mengatur pula mengenai industri yang berkaitan dengan digitalisasi, seperti industri kreatif dan UMKM, serta industri-industri lainnya.

Pada Senin ini, Jokowi menjelaskan pemerintah baru saja memutuskan mengenai pemisahan secara tegas platform social commerce dan e-commerce.

Dia menegaskan perkembangan teknologi harus bisa menciptakan potensi ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi yang sudah ada.

Sekali lagi payung besar regulasi tentang transformasi digital ini memang harus dibuat dengan lebih holistik dan ini sedang dikerjakan pemerintah,” kata Jokowi.

Kongres PWI XXV di Bandung akan memilih ketua PWI Pusat untuk periode empat tahun mendatang.

Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari menyatakan akan maju lagi bersaing dengan calon lain.

Mereka  yang siap menatang Atal antara lain Hebdry CH Bangun, Zulhamyah Sekedang dari PWI Riau dan dan Munir dari PWI Jawa Timur.(**).

Industri Pers Tertekan Digitalisasi, Presiden Jokowi: Teknologi Tak Bisa Dihentikan

Presiden Joko Widodo membuka Konres PWI XXV didamping Ketua PWI Atal S. Depari dan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi di Istana Negara, Senin (25/9/2023) Foto:

KABARIKA.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo membuka Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2023 di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/9/2023).

Presiden Repubkik Indonesia ke-7 yang karib disapa Jokowi mengingatkan bahwa dunia pers di semua negara menghadapi tantangan, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, artificial intelligence (AI).

Menurut Jokowi, tantangan tersebut tidak hanya dirasakan sendiri di Indonesia, tapi semua negara merasakan hal yang sama.

“Dunia pers semakin banyak tantangan, karena memang dunia digital ini tidak bisa kita hentikan,” ungkap kata Jokowi.

Jokowi mengaku sering mendengar bahwa industri media sedang tidak baik-baik saja karena tantangan yang muncul semakin banyak, salah satunya perkembangan AI.

Jokowi menangkap ada ketakutan dari banyak negara terhadap perkembangan AI.

“Saya menangkap ada ketakutan yang amat sangat mengenai artificial intelligence, dan regulasinya selalu terlambat, sehingga selalu didahului oleh hal-hal yang baru,” ujar dia.

Setelah kemunculan AI, kata Jokowi, sekarang lahir konsep generative artificial intelligence.

Padahal, dengan munculnya AI saja, kata dia, banyak peran manusia yang terancam dalam dunia kerja.

“Semua tahu naskah narasi bisa pakai AI, bahkan membawakan berita juga bisa pakai AI,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, kata Presiden, diperlukan payung besar regulasi tentang transformasi digital yang holistik.

Regulasi Holistik

Regulasi yang holistik itu harus bisa mengatur pula mengenai industri yang berkaitan dengan digitalisasi, seperti industri kreatif dan UMKM, serta industri-industri lainnya.

Pada Senin ini, Jokowi menjelaskan pemerintah baru saja memutuskan mengenai pemisahan secara tegas platform social commerce dan e-commerce.

Dia menegaskan perkembangan teknologi harus bisa menciptakan potensi ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi yang sudah ada.

Sekali lagi payung besar regulasi tentang transformasi digital ini memang harus dibuat dengan lebih holistik dan ini sedang dikerjakan pemerintah,” kata Jokowi.

Kongres PWI XXV di Bandung akan memilih ketua PWI Pusat untuk periode empat tahun mendatang.

Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari menyatakan akan maju lagi bersaing dengan calon lain.

Mereka yang siap menantang Atal antara lain Hendry CH Bangun, Zulhamyah Sekedang dari PWI Riau dan dan Munir dari PWI Jawa Timur.(**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *