Menhan Prabowo Subianto: Harus Ada Keberpihakan Kepada yang Lemah dan Miskin, Ekonomi Harus Menuju Keadilan Sosial

Berita, Inspirasi985 Dilihat

KABARIKA.ID, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, kehidupan negara demokrasi yang dicita-citakan para pendiri bangsa Indonesia adalah negara berkedaulatan rakyat, dimana rakyat menentukan masa depannya sendiri. Kuncinya adalah membangun suatu bangsa dengan kesejahteraan yang lebih merata.

Hal tersebut dikemukakan Menhan Prabowo saat tampil sebagai pembicara kunci pada Seminar Nasional Kebangsaan yang diselenggarakan Institut Madani Nusantara (IMN) di Jakarta, Sabtu (30/09/2023).

Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2023 itu, mengusung tema, “Penguatan Peradaban Menyongsong Indonesia Emas 2045 Bersama 1000 Guru Besar, Rektor, dan Cendekiawan Se-Indonesia”.

Menhan Prabowo menegaskan bahwa ekonomi yang dipraktikkan di Indonesia harus berdasarkan Pancasila.

Menhan Prabowo Subianto bersama narasumber lainnya menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pembukaan Seminar Nasional Kebangsaan yang diselenggarakan Institut Madani Nusantara (IMN) di Jakarta, Sabtu (30/09/2023). (Foto: Humas Kemhan)

“Ekonomi Pancasila menurut saya, yaitu prinsip-prinsip ekonomi yang harus berdasarkan Pancasila, berdasarkan asas-asas religius. Berarti ajaran keserakahan tidak cocok sama kita. Yang lemah harus kita angkat, yang kuat membantu yang lemah,” tegas Menhan Prabowo.

Menurut Menhan Prabowo, ekonomi kita harus mewujudkan persatuan nasional. Satu untuk semua, semua untuk satu. Ekonomi yang berpihak kepada kepentingan nasional dan kerakyatan.

“Harus ada keberpihakan kepada yang lemah dan miskin. Serta ekonomi yang harus menuju keadilan sosial,” tandas Prabowo.

Esensi ekonomi Indonesia adalah ekonomi Pancasila, yang mengambil esensi terbaik dari kapitalisme dan esensi terbaik dari sosialisme. Karena semua agama esensinya adalah mengajarkan sosialisme, mengatur seluruh masyarakat, mengatur yang lemah, miskin agar diurus oleh negara.

Di hadapan ratusan peserta seminar, Menhan Prabowo Subianto menegasan bahwa Berarti ajaran keserakahan tidak cocok bagi Indonesia, pada Seminar Nasional Kebangsaan yang diselenggarakan Institut Madani Nusantara (IMN) di Jakarta, Sabtu (30/09/2023). (Foto: Humas Kemhan)

Prabowo juga mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya dua bulan pertama sebagai Menhan, ia langsung mendirikan empat fakultas baru di Universitas Pertahanan (Unhas). Yaitu, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, dan Fakultas MIPA.

“Di Fakultas Teknik, kami ada ahli ahli mencari air dan akurasi kami di atas 95 persen teknologi mencari air. Tim Unhas sudah menemukan dan sudah memproduksi air di 100 dusun di seluruh Indonesia,” papar Menhan Prabowo.

Di depan ratusan peserta seminar, Menhan Prabowo mengingatkan bahwa masa Indonesia yang gemilang ada di tangan kita sendiri.

“Masa depan kita gemilang. Mari kita ambil masa depan di tangan kita sendiri,” ujar Menhan Prabowo.

Hadir dalam seminat tersebut, Rektor Unhan RI Letjen TNI Jonni Mahroza dan pembahas yang terdiri dari para Rektor dan Guru Besar dari seluruh Indonesia. (*/rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *