Asal Muasal Hari Batik Nasional, Sejarah hingga Cara Pembuatan

Berita, Seni Budaya1408 Dilihat

KABARIKA.ID, JAKARTA– Tahun ini, pemerintah memperingati Hari Batik Nasional 2023 dengan menyelenggarakan event “Istana Berbatik”.

Istana Berbatik” diselenggarakan di depan Istana Merdeka Jakarta, pada Ahad, 1 Oktober 2023.

Acara tersebut menjadi momen untuk mempromosikan dan menampilkan batik sebagai produk asli dan karya kreatif warisan budaya Indonesia ke kancah dunia.

Batik merupakan sebuah maha karya dari leluhur bangsa Indonesia. Perpaduan seni dan teknologi ini sudah dikenalkan beberapa abad silam.

Menurut beberapa catatan, pengembangan dari batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, kemudian berlanjut pada zaman Kasunan Surakarta serta Kesultanan Yogyakarta.

Perempuan-perempuan Jawa masa lampau memanfaatkan keterampilan mereka dengan membatik sebagai mata pencaharian.

Kesenian ini kemudian lambat laun berkembang sampai kerajaan-kerajaan berikutnya hingga saat ini.

Bahkan, sampai sekarang, beberapa motif batik masih tradisional hanya dapat dipakai oleh keluarga bangsawan seperti Keraton Solo dan Keraton Yogyakarta.

Secara bahasa, batik berasal dari kata mbat yang berarti melempar berkali-kali dan tik yang berarti titik. Secara istilah, seni batik adalah teknik menggambar di atas kain dengan memanfaatkan lilin dan canting sebagai alat dan bahan pembuatannya.

Zat yang digunakan dalam proses membatik adalah lilin atau malam. Setelah motif diigambar menggunakan lilin, kain beri warna melalui proses pencelupan. Setelah itu, lilin akan dihilangkan dengan cara direbus.

Proses tersebut akan menghasilkan kain-kain bermotif yang memiliki ciri khas.

Sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga atas batik tersebut, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Batik Nasional. Peringatan ini diperingati di Indonesia setiap tahun pada tanggal 2 Oktober.

Peringatan hari nasional tersebut tidak terlepas dari penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2009 lalu.

Dalam prosesnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terlebih dahulu mendaftarkan batik Indonesia untuk mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2 September 2008.

Pengajuan tersebut kemudian diterima secara resmi pada 9 Januari 2009. Namun, batik baru dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *