Ternyata Ini Makna MD di Belakang Nama Mahfud

Berita990 Dilihat

KABARIKA.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD resmi berpasangan dengan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden.

Mahfud MD adalah seorang pendekar hukum, pembela wong cilik, loyal, baik, berintegritas, smart, luwes, tegas, bersih, tidam abu-abu dan yang terpenting anti korupsi dan anti intoleransi.

Mahfud lahir di Sampang Madura pada 13 Mei 1957 dan merupakan alumni dari Universitas Gadjah Mada.

Mahfud MD memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam pemerintahan. Dirinya pernah menjadi anggota Komisi III DPR RI dan Ketua Badan Legislatif pada 2004-2008.

Dalam periode 2008-2013, Mahfud MD menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Hingga pada 2019 sampai kini, dirinya ditunjuk sebagai Menkopolhukam RI dan pernah menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Namun, banyak yang belum mengetahui arti MD yang tersemat di belakang namanya.

MD dibelakang namanya mengisyaratkan dua kata. Namun, faktanya MD sebenarnya berasal dari kata Mahmodin. Nama lengkapnya Mohammad Mahfud Mahmodin.

Mahfud lahir dari pasangan Mahmodin dan Siti Khadijah. Nama MD diambil dari singkatan nama sang ayah yakni Mahmodin menjadi MD.

Mahfud pernah mengungkap asal usul inisial nama belakangnya beberapa tahun silam. Tepatnya pada 2018 lalu. Mahfud tampil sebagai tamu dalam acara Hitam Putih yang dipandu oleh Deddy Corbuzier.

Saat itu Mahfud menerangkan jika beberapa orang mengira jika inisial tersebut adalah sebuah gelar akademik bahkan disebut sebagai Medical Doctor hingga Minister of Defense (Menteri Pertahanan).

“Dulu ada yang mengira saya dokter, dikira (MD singkatan dari) Medical Doctor. Ada (juga) yang menyebut Minister of Defense, Menteri Pertahanan,” ungkap Mahfud dikutip Jumat (20/10/2023).

Sebagai orang Madura, Mahfud menyebut jika banyak masyarakat Madura yang menyukai nama tertentu karena dianggap memiliki makna baik.

“Saya lahir di Madura. Di Madura itu nama-nama tertentu disukai orang karena dianggap baik. Mahfud itu salah satu nama yang disukai banyak orang,” ungkapnya.

Selain alasan itu, saat SMP, terdapat tiga orang termasuk dirinya yang memiliki nama Mahfud. Guru kadang kebingungan saat memeriksa kehadiran ketiganya.

Sehingga, sang guru memberikan nama Mahfud A, Mahfud B dan Mahfud C.

“Kalau diabsen ‘Mahfud,’ ngacung semua tiga orang. Akhirnya guru saya, namanya Pak Asbun Nawawi, kamu Mahfud A, Mahfud B, Mahfud C. Saya kena Mahfud B,” jelas dia.

Namun, seiring berjalannya waktu sang guru mulai menyebut nama itu diikuti nama belakang ayahnya. Lambat laun, guru tersebut malah menyebut ketiga Mahfud tersebut dengan nama ayah masing-masing.

“Akhirnya guru saya nanya, bapaknya siapa? Mahmudin ayah saya. Saya waktu itu, (berusia) 12 tahun, merasa nama Mahmudin kok ya kampungan ya? Coba disingkat MD, ‘Pak Guru, tolong dong tolong disingkat MD,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *