KABARIKA.ID, MAKASSAR – Bisnis Indonesia yang didukung Bakti Kominfo menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Festival Literasi Digital 2023, Kamis (23/11/2023) di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang diikuti sekitar 700 mahasiswa ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM(K).

Dalam sambutannya, Prof Ruslin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bisnis Indonesia selaku mitra Unhas atas terselenggaranya Festival Literasi Digital ini.

Menurut Prof Ruslin, literasi digital sangat penting mengingat perkembangan teknologi yang kian pesat.

“Kami sangat senang Unhas menjadi host. Kami sangat yakin kegiatan ini bisa memberikan banyak dampak kepada Unhas, dan terkhusus kepada mahasiswa,” ujar Prof Ruslin.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM(K) saat membuka Festival Literasi Digital 2023, Kamis (23/11/2023) di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea. (Foto: Humas Unhas)

Ia membeberkan sejumlah program digitalisasi yang sudah diterapkan Unhas sejauh ini. Salah satunya dengan penggunaan e-office untuk mengurangi penggunaan kertas.

“Termasuk ijazah alumni yang juga sudah berbasis digital, sehingga jika terjadi kehilangan dapat diakses kembali dengan mudah,” tandas Prof Ruslin.

Tampil sebagai pembicara dalam Festival Literasi Digital ini, adalah Plt Direktur Keuangan Bakti Kominfo, Ahmad Jauhari; Penjabat Gubernur Sulsel yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan,Subbidang Keuangan, Dr Since Erna Lamba; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg. Muhammad Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM(K); Ketua Bidang VII HIPMI Sulsel, Irma Trisnawati Anwar dan Co-Founder Kopitani, Arif Rahmat.

Presentasi materi dipandu oleh redaktur pelaksana Bisnis Indonesia, Surya Mahendra Saputra.

Pemateri lainnya adalah Hasrul Hasra dari Mall Sampah serta Reiza Nurrafi, seorang fotografer.

Dr Since Erna Lamba dalam presentasinya mengatakan, hasil survei literasi digital di Sulsel berada pada angka 3,5 persen. Sedangkan media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp dan Facebook.

“Saat ini Sulsel juga sudah beralih ke digitalisasi, seperti pembayaran pajak yang bekerja sama dengan e-commerce, dan kami memfasilitasi e-commerce untuk UMKM yang bernama Baju Bodo,” ujar Since.

Meski begitu, Since juga menyebutkan kendala digitalisasi yang dialami selama ini, yaitu jaringan internet yang belum stabil.

Akibatnya, lanjut Dr Since, pemerataan jaringan perlu terus ditingkatkan.

Festival Literasi Digital ini mendapat sambutan yang antusias dan respons positif dari para peserta. (*/rs)