Kapan Waktu yang Tepat untuk Berempati Kepada Anak Yatim Korban Perang?

Berita, Inspirasi179 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Dunia punya satu hari peringatan internasional yang menyedihkan. Tanggal 6 Januari setiap tahun diperingati sebagai Hari Yatim Piatu Korban Perang Sedunia atau World Day of War Orphans. Inilah waktu yang tepat untuk bersimpati dan berempati kepada mereka.

Pada peringatan ini diadakan berbagai program kesadaran untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang penderitaan anak-anak yatim piatu akibat perang atau konflik.

Badan PBB yang menyediakan dana untuk anak-anak di seluruh dunia, UNICEF (United Nations Children’s Fund) ikut mendukung peringatan ini, guna mempromosikan partisipasi aktif dalam menanggapi masalah anak yatim piatu korban perang yang telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan dan sosial global.

Secara global, jutaan anak menjadi yatim piatu akibat perang, dan mereka menjalani kehidupan yang penuh kesulitan, serta pengabaian secara emosional dan fisik.

Perang merenggut banyak korban jiwa bahkan orang-orang yang tidak terlibat langsung dengan penyebab konflik, mereka merenggut keluarga, membuat orang kehilangan tempat tinggal, menggusur orang dari gaya hidup alaminya dan menimbulkan kekacauan dan trauma, serta tinggal bersama keluarga selama beberapa generasi.

Seorang bocah menggendong adiknya dalam kondisi memprihatinkan akibat perang. (Foto: uniquenewsonline.co)

Perang mengubah definisi normal bagi manusia. Perempuan dan anak-anak terkena dampak yang tidak dapat diperbaiki lagi. Anak-anak terkadang melihat orang tua dan saudara kandungnya sekarat di hadapannya.

Trauma itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dampak psikologis, emosional, mental dan fisik dari perang terhadap anak yatim piatu tidak dapat diperbaiki lagi.

Sejarah Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia

Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia diinisiasi oleh organisasi asal Perancis, SOS Enfants en Detresses untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan mereka dan untuk memperbaiki masa depan mereka.

SOS Enfants en Detresse adalah organisasi kemanusiaan yang fokus pada perlindungan anak-anak, khususnya korban perang dan konflik.

Kehilangan orang tua memang sangat sulit, namun kehilangan orang tua karena perang bahkan lebih parah lagi.

UNICEF mendefinisikan anak yatim piatu sebagai setiap anak di bawah usia 18 tahun yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena sebab kematian.

Dalam peperangan yang terjadi selama beberapa abad terakhir, sekitar setengah dari korbannya adalah warga sipil, jumlah ini terus meningkat hingga tahun 2001.

Jumlah Anak Yatim Korban Perang Terus Bertambah

Menurut data UNICEF, pada tahun 2015, ada hampir 140 juta anak yatim piatu di seluruh dunia, termasuk 61 juta di Asia, 52 juta di Afrika, 10 juta di Amerika Latin dan Karibia, dan 7,3 juta di Eropa Timur dan Asia Tengah.

Anak-anak yang kehilangan orang tuanya dalam insiden yang tidak terduga dan keras seperti perang, terpaksa tinggal bersama anggota keluarga yang masih hidup.

Mereka juga ada yang dimasukkan ke dalam sistem pengasuhan dan menghadapi kondisi buruk, seperti kekurangan gizi dan penyakit. Tekanan emosional dan mental yang mereka alami tidak dapat dibayangkan.

Perang antara Israel dan Hamas di Gaza turut menambah jumlah anak yatim piatu korban perang secara signifikan.

Razan Shabat, seorang gadis yatim piatu Palestina yang terluka dalam serangan Israel dan orang tuanya terbunuh dalam serangan di rumah tempat mereka berlindung, bermain boneka di salah satu rumah sakit di Gaza, di tengah gempuran Israel atas Gaza. (Foto: reuters)

Laporan Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), sebagaimana dikutip Al Jazeera pada 2 Januari 2024 lalu menyebutkan, setidaknya ada 22.185 korban tewas, termasuk sekitar 9.100 anak-anak dan 6.500 orang wanita.

Korban luka-luka melebihi 57.035 orang, termasuk 8.663 anak-anak dan 6.327 orang perempuan. Setidaknya 7.000 warga juga dilaporkan hilang di Gaza.

Sementara di Tepi Barat, tercatat 324 orang tewas, termasuk sekitar 83 anak-anak dan lebih dari 3.800 dilaporkan luka-luka.

Tema Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia tahun 2024 ini adalah, “Membela Anak-Anak yang Terkena Dampak Perang”.

Tema ini bertujuan untuk memusatkan perhatian global pada tantangan yang dihadapi anak-anak yatim korban perang, dan merumuskan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Lini Masa Hari Yatim Piatu Korban Perang Sedunia

Panti Asuhan Pertama berdiri (400 Masehi).
Bangsa Romawi mendirikan panti asuhan pertama dengan menyediakan perawatan yang ditentukan untuk para janda, dan mendukung semua anak yatim piatu dari mereka yang terbunuh dalam dinas militer hingga usia delapan belas tahun.

Rumah Sakit Anak Belum Ada (Tahun 1741)
Lembaga amal pertama yang melayani anak yatim piatu, The Foundling Hospital, didirikan.

Bangkitnya Pengasuhan (Tahun 1800-an)
Berkat pengaruh Charles Loring Brace, panti asuhan menjadi alternatif populer selain rumah sakit jiwa dan panti asuhan.

Penyebaran Anak Yatim (Tahun 1900-an)
Perang Dunia II menyebabkan banyak anak yatim piatu di banyak negara dengan perkiraan di Eropa berkisar antara 1-13 juta.

Anak yatim piatu akibat Perang Duni II makan bersama di panti asuhan di Tokyo pada 1946. (Foto: scmp-com)

 

5 Fakta tentang Anak Yatim yang Harus Anda Ketahui

1. Kematian hanya satu orang tua
UNICEF mendefinisikan anak yatim piatu sebagai anak-anak yang salah satu orang tuanya telah meninggal dunia, dan secara global lebih dari 80 persen anak-anak di panti asuhan mempunyai salah satu orang tua yang masih hidup.

2. Mereka rentan
Anak-anak yang tumbuh di panti asuhan menghadapi risiko lebih tinggi menjadi korban kekerasan, perdagangan manusia, dan eksploitasi.

3. Biaya panti asuhan sangat tinggi
Mengasuh anak dalam keluarga 10 kali lebih murah dibandingkan di panti asuhan.

4. Mereka merupakan mayoritas
Menurut UNICEF, diperkirakan 150 juta anak di seluruh dunia menjadi yatim piatu akibat perang atau konflik.

5. Mereka biasanya menjadi korban kematian warga sipil
Dengan jumlah korban sipil yang terus meningkat dalam medan perang atau konflik-konflik baru, jumlah korban anak-anak pun sangat besar.

Mengapa Hari Anak Yatim Korban Perang Sedunia Itu Penting

1. Menyoroti dampak buruk perang
Meskipun hari ini berfokus pada anak yatim piatu korban perang, namun hari ini juga menarik perhatian semua orang yang terkena dampak perang. Kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang betapa destruktifnya perang dan kerugian yang ditimbulkannya.

2. Hari istimewa bagi anak yatim piatu
Hari ini sangat penting bagi anak-anak yatim piatu korban perang, karena mereka dapat menceritakan kisah-kisah menyedihkan mereka dan menyoroti kebutuhan mereka. Peringatan hari istimewa ini memberi mereka harapan dan membuat mereka tahu bahwa tangisan mereka didengar.

3. Kehidupan yatim piatu penting
Hari Anak Yatim Piatu Korban Perang Sedunia bertujuan untuk menyoroti kondisi keras anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat pengalaman perang. Hal ini meningkatkan kesadaran akan kondisi buruk yang sering mereka alami dan mendesak kita untuk mengambil tindakan dengan cara apa pun untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.