Menko PMK Berikan Nasihat Perkawinan pada Pernikahan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman

Berita, Inspirasi177 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Muhadjir Effendy, tampil memberikan nasihat perkawinan pada acara pernikahan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, S.E., BBusMan dengan Ijsani Nurul Izzah, S.E., Sabtu (24/02/2024) di hotel Claro Makassar.

Prof Muhadjir pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman, M.P. atas kepercayaan yang diberikan untuk mewakili keluarga dalam memberikan nasihat perkawinan.

Selanjutnya, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengajak para hadirin untuk bersyukur kepada Allah Swt karena telah menjadi saksi atas peristiwa sakral tersebut.

“Marilah kita memanjatkan puji syukur kepada Allah Swt karena kita telah menjadi saksi atas peristiwa sakral, yakni penikahan antara Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, SE., BBusMan dan Ijsani Nurul Izzah, S.E. yang merupakan salah satu sunnah Rasulullah,” ujar Prof Muhadjir.

Menteri Pertanian RI Dr. Andi Amran Sulaiman, M.P. dan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, S.E., BBusMan dengan membaca doa usai proses akad nikah, Sabtu (24/02/2024) di hotel Claro Makassar. (Foto tangkapan layar/Ruslan)

Menurutnya, doa-doa ikhlas yang dipanjatkan oleh para hadirin akan didengar oleh malaikat, sehingga membuat pernikahan kedua mempelai menjadi berkah dan langgeng.

Pernikahan, kata Prof Muhadjir, adalah peristiwa sakral karena merupakan perjanjian kuat, agung dan perjanjian keramat.

Dalam bahasa Al Qur’an disbut misaaqan ghaliizhaa, sebagaimana tercantum dalam Surat An Nisaa [3] ayat 21:

“Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali (mahar yang telah engkau berikan), padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (misaaqan ghaliizhaa) atau ikatan pernikahan dari kamu.”

Ayat tersebut menggambarkan tradisi orang-orang Arab zaman dahulu ketika bercerai, maka pihak laki-laki meminta kembali mahar yang telah ia berikan kepada istrinya.

Ayat ini, kata Prof Muhadjir, menunjukkan bahwa perceraian dalam Islam dilarang.

Salah satu bekal yang sangat penting dalam mengarungi bahtera rumah tangga, adalah ketakwaan. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran Surah Al Baqarah [2] ayat 197:

“…Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Prof Muhadjir menekankan bahwa takwa adalah bekal terbaik dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahmah, sedangkan bekal yang lain hanya mengikuti.

Selain itu, ketakwaan juga akan menjadi katup pengaman yang akan mencegah terjadinya tindakan suami-istri yang dapat mencederai kehidupan rumah tangga.

Semua orang yang melangkah ke jenjang pernikahan mengharapkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.

Sakinah artinya kokoh atau tangguh. Sedangkan mawaddah warahmah artinya kasih sayang.

“Untuk membangun keluarga sakinah yang tangguh, harus selalu diwarnai dengan kasih sayang,” tandas Prof Muhadjir.

Pernikahan antara Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dengan Ijsani Nurul Izzah, S.E. yang berlangsung hari ini, tandas Prof Muhadjir, sama seperti perjanjian sakral yang telah dilakukan oleh para rasul dengan Allah untuk melaksanakan kewajiban (dakwah) sebagai Rasul.

Nasihat pernikahan yang disampaikan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2016-2019) itu, sejatinya bukan hanya berlaku bagi kedua mempelai yang akan memulai hidup baru, namun juga berlaku kepada seluruh pasangan suami- istri yang telah lama mengarungi bahtera rumah tangga. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *