KABARIKA.ID, JAKARTA β Suporter Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini, mereka dituding sebagai faktor utama kekalahan Timnas Bahrain dalam laga sengit yang berlangsung di Stadion Utama Glora Bung Karno (SUGBK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penduduk dunia maya bahkan menyebut fans fanatik Garuda sebagai suporter sepak bola paling berbahaya di dunia, karena militansi dan dukungan tanpa henti mereka di dalam stadion.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia, atmosfer stadion bergemuruh sepanjang laga 90 menit dan saat tambahan waktu.

Sekira tujuh puluh ribuan suporter Indonesia tak berhenti menyanyikan yel-yel kebanggaan mereka, menciptakan tekanan psikologis bagi pemain lawan.
“Timnas kami belum pernah menghadapi atmosfer sebrutal ini. Telinga kami berdengung sepanjang laga,” ujar salah satu supporter, Abdullah Addad.
Dukungan fanatik ini juga tercermin dari antusiasme suporter yang membuat tiket pertandingan langsung ludes dalam hitungan menit.
Hal ini semakin mempertegas bahwa Timnas Indonesia memiliki basis pendukung yang luar biasa, bahkan mampu mengalahkan suara pendukung tuan rumah dalam laga tandang.
Namun, tudingan dari pihak Bahrain justru mendapat respons keras dari para suporter Indonesia.
“Kami mendukung tim kami dengan semangat, bukan dengan kekerasan. Jika atmosfer yang kami ciptakan membuat lawan takut, itu bukan salah kami,” ujar salah satu pendukung garis keras Timnas Indonesia, Herman.
Apapun kontroversinya, satu hal yang pastiβsuporter Indonesia telah menjadi kekuatan besar dalam dunia sepak bola internasional.
Keberanian, militansi, dan loyalitas mereka bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga ancaman nyata bagi lawan-lawan yang tidak siap menghadapi gelombang merah di tribun stadion.
Kemenangan Timnas Indonesia 1-0 atas Bahrain menjadikan Tim Garuda meraih 9 poin dan menduduki peringkat ke 4 di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuka asa untuk di babak play off.
Pendukung garis keras Timnas Indonesia asal Aceh Teuku Rizki Aldi Azman, juga tak menampik jika kemenangan Indonesia memang sangat dipengaruhi oleh semangat dan jiwa militansi para pendukung.
“Bagi kami, membela Timnas Itu adalah Jihad, dada kami semua membara untuk garuda. Karena bagi kami NKRI itu harga mati. Jadi jangan coba-coba berlaku curang pada Timnas kami, Jangan sakiti Timnas kami, karena kami akan membalasmu dari arah yang tidak pernah engkau duga,” tegas Kiky, sapaan akrabnya.
(ALF)