KABARIKA.ID, MAKASSAR – Dalam rangka mempererat silaturahmi pasca Idulfitri, Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK UNHAS) menggelar acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Forum Bisnis Alumni di Ballroom Hotel UNHAS, Makassar.
Forum Bisnis Alumni dilaksanakan pada 4 Maret 2025 pukul 16.00 hingga 20.00 WITA, bertempat di Ballroom Hotel UNHAS. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ar. Marwan Massinai, ST, MSc, IQI, dan dihadiri oleh Ketua IKATEK UNHAS, Ir. Sapri Andi Pamulu, M.Eng.PM, IPU, ACPE, serta sebanyak 30 peserta alumni dari berbagai angkatan.
Dalam sambutan pembukaannya, Ar. Marwan Massinai menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum penting untuk mempererat jejaring alumni serta membangun kolaborasi konkret yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya sinergi alumni Teknik UNHAS dalam menciptakan lembaga atau entitas yang bisa mengambil peran strategis di sektor sumber daya alam.
Forum ini dimoderatori oleh Ir. Habibie Razak, FIEAust., CPEng., EngExec., IntPE(Aus), Regional Director Surbana Jurong Group, alumni Teknik Sipil angkatan 1998 Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Forum ini mengangkat tema strategis terkait potensi daerah dalam memaksimalkan hak Partisipasi Interes (PI) sebesar 10% dari kontraktor pengelola sumber daya alam di daerah.
Ketentuan mengenai hak PI 10% ini diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Partisipasi Interes oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam regulasi tersebut, pengelola PI harus berupa BUMD yang 100% dimiliki oleh pemerintah daerah dan tidak diperkenankan menjalankan usaha lain di luar pengelolaan PI.
Salah satu narasumber utama, Akbar, SE., MBA – Vice President Innovation Pertamina Hulu Energi, hadir secara daring melalui Zoom. Dalam sambutannya, Akbar menyampaikan bahwa alumni Teknik UNHAS memiliki kapasitas besar dan peluang nyata untuk berkontribusi dalam pembangunan berbasis sumber daya alam.
“Kenapa kita tidak buat sendiri? Kenapa harus pakai nama lembaga orang lain?” ujarnya sebelum masuk dalam materi , sembari mendorong alumni untuk lebih aktif membentuk lembaga di bidang sumber daya alam dan berani dalam membangun entitas bisnis alumni yang kuat.
Dalam pemaparannya, Akbar juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan PI oleh BUMD serta perlunya peran aktif alumni dalam membangun lembaga yang berdaya saing di sektor sumber daya alam.
Forum ini menjadi wadah kolaborasi antaralumni untuk memperkuat peran alumni Teknik UNHAS dalam pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
Sesi diskusi berlangsung dalam dua bagian. Pada salah satu sesi, Akbar kembali menegaskan perlunya alumni membangun lembaga mandiri di bidang sumber daya alam.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, saya selalu mendampingi studi bersama lembaga dari universitas lain. Saya kira ini yang harus kita pikirkan dan kerjakan, agar kita juga memiliki lembaga dari alumni Teknik UNHAS yang bisa berkiprah di sektor ini,” ungkapnya menjawab pertanyaan salah satu peserta mengenai kontribusi IKATEK dalam forum tersebut.
Dengan terselenggaranya forum ini, IKATEK UNHAS berharap dapat terus memperkuat sinergi dan kontribusi alumni dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pemanfaatan peluang Partisipasi Interes sesuai arah kebijakan nasional