KABARIKA.ID, TAKALAR– Di sela-sela waktu liburnya, Bupati Takalar, Daeng Manye, melakukan kunjungan ke Dermaga dan Pesisir Galesong bertemu masyarakat nelayan. Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 17.00 Wita-Selesai.
Visitasi tersebut dalam rangka melihat potensi nelayan Patorani, wisata Maritim, infrastruktur sekitar serta keseharian masyarakat.
Dalam kunjungannya, ia mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar telah melakukan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi Patorani.
“Jadi, kalau kita lihat ya itu banyak sekali kapal Patorani. Belum semuanya berangkat. Tapi sudah ada yang ke Tual dan Fak-Fak. Jadi, untuk membantu masyarakat Patorani kita disini, kemarin kami sudah kerja sama dengan TNI AL dan Polri dalam hal ini Kabaharkam,” kata Daeng Manye.
Lebih lanjut, ia juga akan memaksimalkan komunikasi dan koordinasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan keamanan warga yang melaut.
“Kami juga akan kerja sama dengan pemerintah daerah dimana masyarakat mencari ikan terbang, seperti di Tual dan Fak-Fak. Sehingga lebih gampang kita memonitoring para nelayan kita disana jika ada sesuatu atau kendala yang dialaminya,” lanjutnya.
Bagi Daeng Manye, kenyamanan melaut itu sangat penting. Menurutnya, jika masyarakat nelayan merasa aman dan nyaman melaut di kampung orang, maka hasil tangkapannya pun baik. Dan itu akan membantu perekonomian daerah.
Tak hanya itu, infrastruktur dermaga juga menjadi perhatian utamanya.
“Dermaga Galesong ini menjadi pusat aktivitas kemaritiman. Banyak kapal-kapal dari luar daerah yang transit disini. Oleh karena itu, infrastruktur harus terus ditingkatkan. Termasuk jembatan dermaga ini, supaya akses masyarakat dan kapal-kapal yang berdatangan bisa transit dengan baik,” ucapnya.
Ia menambahkan pentingnya peningkatan infrastruktur jalanan di sekitar dermaga, juga kebersihan lingkungan.
“Jalan masuk ke Dermaga ini alhamdulillah bagus, adapun yang berlubang tak seberapa. Tapi itu akan jadi perhatian kami untuk dibenahi kedepannya. Selain itu, karena dermaga ini wilayah aktivitas nelayan, orang keluar masuk disini, maka lingkungannya harus asri. Sampah-sampah yang berserakan ini harus ditangani cepat, terutama oleh pemerintah setempat,” tambahnya.
Di akhir, di tengah-tengah masyarakat, ia menegaskan akan memaksimalkan programnya untuk menjadikan Takalar sebagai daerah dengan potensi wisata.
“Jadi Takalar ini potensi maritimnya yang pertama ada sebelas pulau yang terdiri dari tiga desa satu kecamatan, yang kedua ada garis pantai yang bisa jadi tempat kuliner pesisir, yang ketiga ada daerah-daerah pesisir lain yang punya hutan mangrove. Ini semua harus kita kelola dengan baik sebagai sebuah destinasi wisata mulai dari infrastruktur jalan, air, listrik, internet dll. Kita akan tata semua ini,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar bernama Abu merasa bangga dan bersyukur dengan kedatangan Daeng Manye.
“Alhamdulillah pak, kami disini semua sangat senang dan bersyukur. Bupati sebelumnya tidak pernah mengunjungi kami. Daeng Manye lah yang dengan sadar mau berbaur dengan kami, terima kasih banyak pak,” ungkap Abu. (*)

