Site icon KABARIKA

Pemkab Maros Terima Audiensi Tenaga Ahli Kemendagri Bahas Percepatan Penurunan Stunting

KABARIKA.ID, MAROS– Pemerintah Kabupaten Maros menerima kunjungan audiensi dari Tim Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka memperkuat sinergi dan strategi percepatan penurunan stunting di daerah.

Kegiatan berlangsung di Kantor Bupati Maros dan menjadi momentum penting untuk memperdalam koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Audiensi ini disambut langsung oleh Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, didampingi Wakil Bupati, Moetazim Mansyur, Sekretaris Daerah, Drs. Andi Davied Syamsuddin, M.Si, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain dari Bappeda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), dan Dinas Kesehatan.

Tim Tenaga Ahli Kemendagri yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Alauddin Latief selaku Knowledge Management Specialist, Muh. Rizani sebagai Management Information and Programmer Specialist, dan Sutoyo sebagai Planning and Budgeting Specialist.

Ketiganya hadir sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas tata kelola konvergensi percepatan penurunan stunting di kabupaten/kota prioritas.

Dalam sambutannya, Alauddin Latief menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, membangun dialog konstruktif, serta menggali potensi dan kebutuhan lokal guna mendukung strategi percepatan penurunan stunting yang lebih efektif dan terarah.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data, perencanaan berbasis situasi, serta penguatan inovasi dan pembelajaran lintas daerah.

“Kami hadir untuk mendukung Pemkab Maros dalam memperkuat praktik konvergensi melalui perencanaan yang lebih presisi, monitoring berbasis data, serta dokumentasi dan replikasi praktik cerdas. Salah satu tujuan utama dari pertemuan ini adalah menggali inovasi lokal yang bisa menjadi pembelajaran bagi daerah lain,” ujar Alauddin.

Diskusi berlangsung secara interaktif dan produktif. Selain membahas tantangan implementasi program stunting di lapangan, Tim Tenaga Ahli Kemendagri juga menggali dan mengidentifikasi sejumlah inovasi dan praktik cerdas yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Maros.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain transformasi pelaksanaan Aksi Konvergensi tahun 2025, penguatan peran kecamatan sebagai simpul koordinasi, integrasi data melalui SIPD, Adwil, dan Dukcapil, serta pendekatan kolaboratif yang melibatkan OPD teknis, kecamatan, dan kader lapangan.

Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Kemendagri dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengakselerasi penurunan stunting di wilayahnya.

“Kami siap untuk terus belajar, berinovasi, dan bersinergi. Namun saat ini kami masih menunggu hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2025, yang hingga kini belum keluar untuk Kabupaten Maros. Kami yakin bahwa keberhasilan dalam menurunkan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi sektoral, tetapi harus disertai dengan kepemimpinan yang kuat serta keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3A Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menambahkan bahwa salah satu inovasi daerah yang terus dikembangkan adalah program “Maccening Ati”, sebuah pendekatan yang melibatkan multipihak, tidak hanya dari unsur pemerintah tetapi juga perguruan tinggi, media, swasta, dan komunitas.

“Melalui Maccening Ati, kami ingin membangun kesadaran bersama dan memperluas kepemilikan program oleh masyarakat. Inovasi ini tidak hanya bertumpu pada kegiatan fisik, tetapi juga penguatan aspek sosial, edukatif, dan partisipatif,” ujar Zulkifli.

Kegiatan audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi antara Kemendagri dan Pemkab Maros, termasuk kemungkinan pendampingan teknis lanjutan, dokumentasi praktik cerdas daerah, serta fasilitasi pembelajaran antardaerah sebagai bagian dari penguatan manajemen pengetahuan nasional dalam penanganan stunting.

Exit mobile version