KABARIKA.ID, POSO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis malam (24/07/2025), pada pukul 21:40 WITA atau 20:40 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 11 kali gempa susulan setelah gempa utama terjadi.
“Hingga pukul 20:40 WIB (21:40 WITA) telah tercatat 11 gempa susulan dengan kekuatan terbesar 5,5 magnitudo dan terkecil 2,4 magnitudo,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Pusat gempa terletak di darat wilayah Poso pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 2,01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,78 derajat Bujur Timur (BT).
Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di zona Sesar Poso.
“Pergerakan gempa menunjukkan mekanisme geser atau strike-slip,” ujar Daryono.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Akris Fattah mengatakan, gempa merusak rumah di Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, namun hingga kini jumlahnya belum bisa dipastikan.
“Belum ada laporan korban jiwa,” kata Akris, Kamis malam (24/07/2025).
Akris menambahkan, saat gempa terjadi warga panik dan berhamburan keluar rumah.
“Sebagian besar warga tetap waspada dan berada di luar rumah. Di RSUD Poso, perawat mengeluarkan pasien ke halaman rumah sakit,” ujar Akris.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak gempa tersebut. Salah satunya di daerah Tindoli, satu rumah roboh dan di daerah Bancea, beberapa rumah alami retak.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan tertulisnya mengatakan, berdasarkan analisa kegempaan BMKG, guncangan dirasakan di daerah Poso, Kolonodale Kabupaten Morowali Utara, dan Mangkutana dengan skala intensitas IV-V MMI atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk.
Kemudian, di Palopo, Toraja, Mappadeceng Sulawesi Selatan, dan Bungku Kabupaten Morowali dengan skala intensitas III-IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Selanjutnya, di wilayah Kota Palu dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Daerah Mamuju, Malunda dan Pasangkayu, Sulawesi Barat, dirasakan dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” kata Daryono. (rus)
