Site icon KABARIKA

Bone Tertinggi Serapan Pupuk Subsidi di Sulsel hingga Juli 2025

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Kabupaten Bone mencatat serapan tertinggi pupuk subsidi di Sulawesi Selatan dalam semester pertama tahun 2025. Serapan Kabupaten berjuluk Kota Beradat itu mencapai 147.387 ton atau 51 persen.

Sementara Kota Makassar menjadi yang terendah dengan angka serapan baru 15 persen.

Hingga 27 Juli 2025, serapan pupuk subsidi di Sulawesi Selatan mencapai 372.475 ton atau setara 41 persen dari total alokasi sebesar 911.720 ton.

Angka ini dirilis oleh PT Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Meski belum menembus separuh dari alokasi, angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 363.437 ton pada 2024.

“Serapan tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulampua, Sukodim, kepada wartawan Senin (28/7/2025).

Menurut Sukodim, rendahnya serapan pupuk disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah minimnya penebusan dari petani akibat keterbatasan daya beli.

Temuan ini didapat langsung melalui kegiatan roadshow dan dialog bersama kelompok tani di berbagai daerah.

“Dari hasil diskusi kami di lapangan, banyak petani menunda tebus karena faktor keuangan. Tapi dari sisi ketersediaan dan distribusi, kami sudah siapkan maksimal bekerja sama dengan kios resmi,” jelasnya.

Kondisi alam juga turut memengaruhi serapan pupuk.

Rusaknya infrastruktur irigasi dan lahan di sekitar danau, sungai, serta telaga menyebabkan petani menunda musim tanam, yang berdampak pada rendahnya permintaan pupuk.

Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan penyerapan, mulai dari sosialisasi langsung ke petani, program tebus pupuk bersama dengan hadiah, hingga mobil layanan uji tanah untuk edukasi.

“Kami juga telah menggelar rapat koordinasi dengan kepala daerah, distributor, kios, dan kelompok tani agar persoalan ini bisa segera diatasi,” kata Sukodim.

Exit mobile version