KABARIKA.ID – Hingga saat ini sebagian besar warga Palestina di Gaza berupaya bertahan hidup tanpa makanan yang cukup dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah rumah sakit kewalahan, dengan lebih 20 ribu anak-anak yang dirawat karena malanutrisi akut sejak bulan April 2025 lalu, tidak sedikit di antaranya meninggal dengan penyebab kematian kelaparan.
Laporan tersebut keluar dari hasil analisis IPC pada bulan Mei, dan diperkirakan bahwa seluruh populasi penduduk di Gaza akan mengalami tingkat krisis terparah pada bulan September 2025 mendatang. Diprediksi 500 ribu orang di wilayah tersebut akan berada di level IPC Fase 5, yakni tahap sangat ektrem yang ditandai dengan kelaparan, kemiskinan, hingga kematian.
Tercatat dari sekitar 2,1 juta penduduk Palestina di Gaza, 90 persen di antaranya telah mengungsi dan berpindah tempat. Sejak gencatan senjata terakhir pada 18 Maret 2025 lalu terdapat 762.500 orang yang terusir dari tempat tinggalnya.
Ungkapan keprihatinan atas nasib penduduk Palestina di Gaza tersebut turut disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI dari Partai PKB, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical.
Dengan tegas ia mengatakan perlu adanya sikap kepedulian dari berbagai negara di dunia terkait kelaparan yang tejadi di Gaza, ia juga menyayangkan adanya aksi blokade dan agresi yang terus dilakukan oleh pihak Israel.
“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tak bisa terus didiamkan. Dunia tidak boleh menutup mata terhadap kelaparan massal yang sedang berlangsung di Gaza, akibat blokade dan agresi yang terus dilakukan Israel,” ujar Deng Ical, 29 Juli 2025 lalu.
Syamsu Rizal pun mendesak komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta negara-negara di dunia, untuk dapat mengambil sikap tegas untuk menekan Israel agar membuka akses pengiriman bantuan untuk penduduk di Gaza.
“Jika dunia tidak bertindak sekarang, kita akan menjadi saksi bisu dari genosida perlahan melalui kelaparan,” tutur Deng Ical.
Anggota DPR RI Syamsu Rizal mendukung penuh upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, dan juga menyerukan aksi solidaritas masyarakat di tanah air untuk terus menggalang dukungan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza. (*)

