KABARIKA.ID, SURABAYA -PT Nindya Karya, salah satu BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia, sukses meraih Penghargaan Belanja B2B terbaik 2024 dalam perhelatan PaDi UMKM Hybrid Expo & Conference 2025 di Pakuwon Mall Surabaya, Jum’at (1/8).Perhelatan ini mengusung tema “Pakai Lokal, Biar Global”.
PaDi UMKM merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan BUMN guna mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan. Platform ini diluncurkan secara resmi 17 Agustus 2020 dalam perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia.
“Penghargaan sebagai Belanja B2B Terbaik dari PaDi UMKM 2024 ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat membanggakan bagi kami di Nindya Karya. Ini bukan hanya soal angka transaksi, tetapi mencerminkan komitmen nyata kami dalam mendukung pemberdayaan UMKM nasional,” ungkap Cut Raisa, Senior Vice President Divisi Supply Chain Management PT Nindya Karya seusai menerima penghargaan tersebut.
Kami percaya, lanjutnya lagi, membangun negeri tidak hanya dilakukan melalui proyek-proyek konstruksi besar, tapi juga dengan memberi ruang dan kepercayaan kepada pelaku usaha kecil untuk tumbuh bersama di dalam rantai pasok BUMN. Melalui platform PaDi UMKM, kami bisa memastikan transparansi, efisiensi, dan pemerataan peluang usaha. Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi dengan UMKM dari berbagai daerah, agar semangat kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari akar rumput.
Sementara itu Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf menyebut transformasi belanja BUMN adalah bagian dari strategi pemerataan ekonomi.
“Saya menyayangkan anggaran belanja BUMN yang mencapai Rp1.000 triliun, tetapi hanya sekitar Rp60 triliun yang menyentuh UMKM. Ini terlalu kecil. Kita ingin ubah pola pikir, belanja BUMN harus menjadi alat pemerataan ekonomi, bukan cuma untuk perusahaan besar,” ucap Aminuddin.
Vice President Synergy Telkom, Kuncoro Wastuwibowo dalam kata sambutannya, menyampaikan bahwa digitalisasi UMKM menjadi salah satu prioritas utama Telkom dalam membangun ekosistem yang kompetitif, termasuk melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Kami ingin UMKM di Indonesia tidak sekadar tumbuh, tetapi juga berkembang secara mandiri dengan dukungan teknologi digital seperti AI. Penggunaan AI memungkinkan rantai pasok mereka menjadi lebih efisien, mulai dari sistem pembayaran hingga proses penjualan. UMKM dapat memperoleh bahan baku yang lebih baik, menjangkau pasar yang sesuai, serta menetapkan harga produk secara lebih adil dan bernilai,” ujar Kuncoro.
Saat ini, Telkom telah membina sekitar 600 ribu UMKM. Khusus melalui platform PaDi UMKM, tercatat ada sekitar 200 ribu UMKM yang telah bergabung. Meski begitu, Kuncoro menekankan bahwa Telkom menerapkan seleksi ketat bagi UMKM yang masuk ke platform tersebut, guna memastikan kesiapan mereka dalam memenuhi kebutuhan pasar B2B dan menyajikan produk dengan kualitas tinggi.
Di sisi lain, CEO PaDi UMKM, Jimmy Karisma Ramadhan, menyatakan bahwa pelaksanaan PaDi UMKM Hybrid Expo Conference 2025 menjadi titik awal untuk memperluas jangkauan UMKM ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Tahun ini kami hadir dengan konsep yang lebih lengkap. Tak hanya sekadar bazar, namun juga ada sesi konferensi dan pertemuan bisnis. Setelah sebelumnya digelar di Jakarta, kini kami memulai dari Surabaya dan akan menyusul kota-kota lain,” tutur Jimmy.
Ia menambahkan bahwa minat masyarakat terhadap produk lokal terus tumbuh. Melalui kegiatan ini, UMKM tak hanya memperoleh kesempatan bertransaksi secara langsung, tetapi juga membangun sinergi dengan BUMN, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.***

