KABARIKA.ID, SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menghadiri panen perdana padi di Dusun Larumpu, Desa Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, Selasa (2/9/2025).
Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran Anggota DPRD Sidrap H. Kartini Bekka, Kadis PSDA Andi Safari, Camat Dua Pitue Andi Sammang, serta para penyuluh pertanian, aparat kepolisian, dan mahasiswa KKN dari IAIN maupun UMS.
Dalam sambutannya, Syaharuddin mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, sekaligus mengenang masa lalunya.
“Dulu saya datang sebagai petani, hari ini saya datang sebagai Bupati Sidenreng Rappang,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Fokus pada Pertanian Sebagai Sektor Utama
Syaharuddin menegaskan, pertanian tetap menjadi prioritas pemerintahannya. Mengingat 90 persen warga Sidrap menggantungkan hidup dari sektor ini, ia berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani.
Data menunjukkan, produksi padi Sidrap melonjak tajam. Dari 200 ribu ton pada 2024, naik menjadi 303 ribu ton pada 2025—bertambah sekitar 100 ribu ton.
Beberapa strategi yang diterapkan pemerintah daerah di antaranya:
Menjamin pasokan pupuk agar tidak terjadi kelangkaan.
Menyiapkan air irigasi melalui Dinas PSDA.
Mengendalikan harga gabah agar petani tetap untung.
Harga gabah di Sidrap tercatat Rp6.800 per kilogram, lebih tinggi dari harga pemerintah Rp6.500. Transaksi pun dilakukan tunai dengan timbangan kelompok tani dan potongan maksimal hanya 2 kilogram.
Langkah Lanjutan dan Pembangunan Sawah Baru
Untuk musim tanam ketiga, pemerintah menyiapkan benih seragam, obat-obatan, dan pupuk. Di Desa Bila Riawa, sudah disurvei lahan baru seluas 60 hektare untuk sawah tambahan.
Selain pertanian, Syaharuddin menekankan pentingnya kesehatan dan pendidikan. Ia mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan serta memastikan anak-anak tetap bersekolah tanpa terkendala biaya.
Acara panen raya ini ditutup dengan penyerahan bantuan pestisida kepada petani, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap sektor pertanian Sidrap.

