Site icon KABARIKA

MUI Sebut Pemboikotan Produk Efektif Tekan Kekejaman Israel di Gaza

KABARIKA.ID, JAKARTA — Israel terus melakukan pengeboman terhadap Gaza meskipun telah ada kesepakan gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat (AS), yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Salah satu langkah untuk melawan dan menekan kekejaman Israel terhadap warga Gaza, adalah aksi boikot produk-produk yang terafilisasi dengan Israel.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi menilai aksi boikot produk tersebut, sebagai langkah efektif dalam menekan agresi Israel.

“Ini tindak lanjut fatwa MUI soal ‘put-and-put boycott’. Harapannya semoga seruan tersebut dipatuhi umat Islam Indonesia,” kata Masduki dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Masduki menegaskan, kekejaman Israel tidak dapat dihentikan tanpa tekanan ekonomi melalui boikot.

“Tak ada cara lain selain pemboikotan,” tandas Masduki.

Dukungan masyarakat Indonesia untuk Gaza, Palestina, lanjut Masduki, masih berlangsung melalui berbagai lembaga filantropi. Bantuan itu, terus mengalir melalui BAZNAS dan ratusan organisasi sosial lainnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Sudarnoto Abdul Hakim juga buka suara soal rencana pemerintah mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

Sudarnoto meminta pemerintahan Presiden Prabowo berhati-hati terkait rencana pengiriman pasukan stabilisasi ke Gaza.

Menurut Sudarnoto, skema pelucutan senjata Hamas yang diajukan AS dan Israel berpotensi memicu masalah baru.

Sudarnoto mengatakan, syarat tersebut sebagai langkah politik yang dapat membuka jalan dominasi baru di Gaza.

“Ini langkah yang sebetulnya ingin menguasai Palestina dengan cara-cara baru. Kelompok perlawanan Palestina telah menolak seluruh skema yang mensyaratkan pelucutan senjata,” ujar Sudarnoto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan rencana pengiriman 20 ribu personel TNI dalam misi stabilisasi tersebut.

Namun, Sudarnoto meminta Presiden berhati-hati karena skema itu berpotensi menempatkan Indonesia dalam situasi sulit.

“Kami sangat berharap Presiden hati-hati dalam keputusan ini. Indonesia tidak boleh terjebak manuver politik Amerika Serikat dan Israel,” ucap Sudarnoto.

Dalam perkembangan terbaru, Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (17/11/2025) mengadopsi resolusi yang mendukung rencana perdamaian untuk Gaza yang diajukan oleh Presiden Donald Trump dan pasukan internasional sementara di wilayah kantong tersebut setelah dua tahun perang.

Resolusi 2803 (2025) mendapat 13 suara mendukung, dan tidak ada yang menentang. Rusia yang telah mengedarkan resolusi tandingan, abstain bersama Tiongkok dalam pemungutan suara. (*/rus)

Exit mobile version