Site icon KABARIKA

Siaga Nataru, Sulsel Tempatkan Alat Berat di 6 Wilayah Antisipasi Longsor

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkatkan kesiapan infrastruktur jalan menyambut periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Fokus utama adalah mengantisipasi gangguan seperti longsor yang kerap terjadi saat puncak musim hujan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan kesiapsiagaan telah dilakukan dengan menempatkan alat berat berupa ekskavator dan self loader di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah.

“Jadi di setiap UPT wilayah itu biasanya kami siapkan satu alat berat, eskavator, ada self loader, itu per wilayah,” jelas Ihsan, Senin (22/12/2025).

Berikut sebaran alat berat di enam UPT:
• UPT 1: Luwu Raya (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo)
• UPT 2: Sidrap, Pinrang, Toraja Utara
• UPT 3: Parepare, Barru, Pangkep
• UPT 4: Makassar dan Maros
• UPT 5: Bone dan Wajo
• UPT 6: Bulukumba dan Kepulauan Selayar

Ihsan menegaskan, Luwu Raya masih menjadi wilayah paling rawan longsor dan menjadi perhatian khusus. Curah hujan tinggi di akhir tahun sering memicu longsor berulang di kawasan tersebut.

“Luwu Raya (paling rawan). Itu Palopo sering sekali longsor. Satu hari dibenahi, dua hari ke depan longsor lagi. Begitu lagi kalau untuk curah hujan tinggi,” tuturnya.

Koordinasi dan Posko TerpaduSelain kesiapan internal, Dinas Bina Marga juga berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional. Kolaborasi ini diwujudkan dengan membuka posko terpadu di sejumlah titik rawan selama Nataru.

“Biasanya itu tiap tahun Nataru kita kolaborasi dengan balai terkait dengan titik-titik posko,” kata Ihsan.

Posko tersebut tidak hanya untuk koordinasi tanggap darurat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi bagi pengendara. Masyarakat bisa mendapatkan informasi terkini tentang kondisi jalan dan titik-titik rawan.

“Nanti posko saat Nataru, di situ disampaikan titik-titik rawan agar pengendara bisa lebih waspada,” pungkas Ihsan. (*)

 

Exit mobile version