Site icon KABARIKA

Langkah Kecil di Ruang Kemoterapi, Sapa Pejuang Kanker Cilik dengan Buku dan Warna

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Suasana Ruang Kemoterapi Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada Kamis (12/2/2026) tidak hanya dipenuhi aroma ruang perawatan, tetapi juga riang warna dan tawa.

Di tengah perjuangan melawan penyakit, anak-anak pejuang kanker disapa dengan kejutan istimewa. Ada buku cerita, krayon, dan pensil warna.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia 2026, Duta Literasi Tenaga Pendidik UNHAS berkolaborasi dengan RSP Unhas menggelar kegiatan bertajuk ‘Bermain dan Belajar Bersama Anak Pejuang Kanker’.

Mengusung tema yang sama, Langkah Kecil, Harapan Besar, kegiatan ini hadir bukan hanya sebagai seremoni, melainkan pelukan moral bagi pasien cilik dan orang tua yang setia mendampingi.

Alih-alih membawa bingkisan mewah, para duta literasi justru membawa kardus berisi buku bacaan anak, buku gambar, serta perlengkapan mewarnai.

Setiap buku dipilih secara saksama, bergambar ilustrasi cerah, kaya warna, dan sarat pesan edukatif. Ini bukan sekadar hiburan. Di ruang yang biasanya sunyi oleh derasnya infus, aktivitas mewarnai menjadi celah kecil untuk mengembalikan dunia anak yang sempat tertunda.

Ketua Panitia, Hj. Fauziah menegaskan, kebahagiaan sederhana adalah hak setiap anak, termasuk mereka yang tengah berjuang di ruang perawatan.

“Kami ingin menghadirkan senyum lewat buku dan warna. Jangan sampai sakit menghentikan mereka untuk bermimpi. Biarkan krayon dan buku menjadi jendela dunia mereka dari ruang perawatan,” ujarnya dengan mata berkaca.

Senada, Kepala UPT Perpustakaan UNHAS, Prof. Munira Hasjim menyebutkan, anak-anak pejuang kanker bukanlah pasien biasa. Mereka adalah titipan langit yang membutuhkan kehangatan, bukan sekadar obat.

“Mereka adalah malaikat kecil. Ketika tubuh mereka mungkin lelah, semangat mereka harus tetap dipupuk. Literasi adalah cara kami mengatakan, jika kamu tidak sendiri,” tuturnya.

Prof. Munira menambahkan, kehadiran orang dewasa yang peduli di sekitar anak-anak ini mampu menjadi vitamin mental yang tak kalah penting dari pengobatan medis.

Tidak hanya menyasar anak-anak, kegiatan ini juga menyentuh sisi lain yang kerap luput, yaitu para ibu pendamping.

Nur Arifah, Manajer SDM RSP UNHAS, menyebut bahwa kekuatan anak-anak tak lepas dari ketangguhan ibu yang tak pernah mengeluh.

“Anak adalah anugerah, dan ibu mereka adalah pahlawan sesungguhnya. Ketika anak-anak diajak tertawa, di situ ada ruang napas untuk ibu sejenak. Kepedulian ini adalah keberpihakan nyata pada keluarga pejuang kanker,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan tak selalu harus besar dan megah. Sebuah buku bergambar, kotak krayon, atau sekadar menemani anak mencoret-coret kertas. Itu semua adalah bentuk dukungan yang nyata.

Duta Literasi UNHAS berharap langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menyapa anak-anak pejuang kanker, bukan dengan iba, tetapi dengan kehangatan dan penghargaan bahwa mereka tetaplah anak-anak yang pantas bermain, belajar, dan bermimpi.

Karena di ruang kemoterapi itu, harapan besar ternyata lahir dari lembaran buku kecil dan goresan warna tanpa batas. (*)

Exit mobile version