KABARIKA.ID, JAWA TENGAH—Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dengan luas genangan mencapai lebih dari 3.700 hektare lahan pertanaman padi.
Tim Kementan bersama Dinas Pertanian setempat serta petugas lapangan (POPT dan PPL) langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi sekaligus menyiapkan langkah penanganan cepat guna menjaga produksi tetap aman.
Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, skema penanganan sawah terdampak banjir dilakukan secara menyeluruh.
Mulai dari penyelamatan panen, percepatan bantuan benih, hingga pengawalan klaim asuransi pertanian.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kerugian petani dapat ditekan dan produksi pangan tetap berjalan.
Untuk lahan yang padinya telah memasuki fase siap panen, dilakukan panen segera dan hasilnya akan diserap oleh Perum Bulog melalui skema gabah ‘any quality’.
Penyerapan dilakukan dengan dukungan surat keterangan dari petugas lapangan yang memastikan padi telah siap panen sebelum terdampak banjir.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga pendapatan petani sekaligus menopang stabilitas pasokan beras.
Di sisi lain, Kementan juga meminta percepatan inventarisasi dan pelaporan luas areal terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan benih.
Direktur Pelindungan Tanaman Pangan, Rachmat, menegaskan agar Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak segera menyampaikan data resmi dan mengajukan usulan kebutuhan benih padi.
“Kami harap data luasan terdampak segera dilaporkan agar bantuan benih bisa cepat disalurkan sehingga petani dapat segera melakukan tanam ulang pascabanjir surut,” kata Rachmat dalam keterangannya pada Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan pendataan sementara, di Kabupaten Grobogan banjir menggenangi lahan pertanaman padi seluas 2.738 hektare yang tersebar di 12 kecamatan.
Dari jumlah tersebut, sekira 1.032 hektare merupakan padi yang telah memasuki fase siap panen dan 25,45 hektare lahan persemaian turut terdampak.
Sementara di Kabupaten Demak, genangan tercatat meluas hingga sekitar 966 hektare yang tersebar di 7 kecamatan.
Banjir dipicu curah hujan tinggi yang meningkatkan debit air sungai hingga menyebabkan sejumlah tanggul jebol.
Di Grobogan, tercatat tujuh titik tanggul mengalami kerusakan serta luapan dari beberapa sungai, antara lain Sungai Renggong, Sungai Cabean, Sungai Serang, Sungai Tuntang, Sungai Lusi, dan Sungai Glugu.
Di Demak, genangan terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang serta luapan Sungai Tlogoasih, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang.
Pemerintah daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana saat ini melakukan penanganan darurat berupa perbaikan tanggul yang jebol dan pengerukan sedimen pada saluran irigasi.
Upaya tersebut ditujukan untuk mempercepat surutnya air sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Dengan langkah terpadu mulai dari penyelamatan panen, bantuan benih, serapan hasil oleh Bulog, hingga perbaikan infrastruktur dan pengawalan asuransi, pemerintah optimistis potensi kehilangan hasil dapat ditekan.
Petani diharapkan segera kembali berproduksi setelah air surut, sehingga target produksi nasional tetap terjaga dan ketahanan pangan semakin kuat di tengah tantangan cuaca ekstrem.

