KABARIKA.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan arahan tegas dan inspiratif dalam Agenda Leadership Camp yang digelar di Asrama Haji Makassar, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kejaksaan Tinggi, serta ribuan ASN Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Amran menekankan bahwa kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar jabatan. “Memimpin itu indah dalam mimpi, tetapi tidak mudah dalam kenyataan. Pemimpin yang adil dimuliakan, yang tidak adil kehilangan kehormatan,” tegasnya.
Ia berbagi pengalaman panjangnya sebagai birokrat selama 22 tahun, tiga periode di kabinet, 20 tahun sebagai pengusaha, dan 13 tahun sebagai dosen. Bahkan, ia pernah menjadi penyuluh pertanian lapangan (PPL) selama 15 tahun, buruh kebersihan, hingga bertugas 8,5 tahun di wilayah perbatasan. Menurutnya, tekanan dan ujian justru membentuk karakter kepemimpinan.
Amran mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme berjalan beriringan. Ia menyoroti bahaya “virus sosial” di birokrasi, seperti mental kerja sekadar formalitas. “Self-confidence harus tinggi. Jangan merasa kecil hati. Kalau terus melakukan hal yang sama dan berharap hasil berbeda, itu tidak masuk akal. Harus ada perubahan mindset,” ujarnya.
Dengan jumlah pegawai sekitar 60 ribu yang melayani 160 juta petani dan masyarakat, tanggung jawab Kementerian Pertanian sangat besar. Target swasembada, kata dia, adalah kehormatan bangsa dan jalan menuju kedaulatan pangan.
Ia memaparkan berbagai langkah strategis, mulai dari distribusi pupuk langsung dari pabrik ke petani, efisiensi anggaran Rp 524 triliun, pembangunan tujuh pabrik baru, hingga program hilirisasi 10–15 tahun ke depan dengan total anggaran Rp 370 triliun.
Enam komoditas prioritas menjadi fokus penguatan, yakni tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada/pala dengan dukungan anggaran Rp 9,95 triliun. Selain itu, program MBG untuk generasi emas didukung Rp 70 triliun untuk pengembangan ayam, serta penguatan potensi kelapa dalam dan gambir.
Amran juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan TNI, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam mengawal program strategis pertanian. Dalam satu bulan terakhir, pemerintah bahkan menerbitkan 12 Peraturan Presiden sebagai bentuk keberanian kebijakan.
Menurutnya, Indonesia harus bertransformasi dari ekonomi kapitalistik menuju ekonomi Pancasila. Ia menutup arahannya dengan pesan moral agar para ASN menjaga hubungan sosial (hablumminannas), menjunjung nilai keluarga, serta bekerja sungguh-sungguh.
“ASN Sulawesi Selatan adalah orang-orang pilihan. Mari bekerja profesional, berkarakter, dan amanah demi kedaulatan pangan Indonesia,” pungkasnya.

