Site icon KABARIKA

Syiarkan Semangat Qur’ani, Festival Ramadan 2026 BPW KKSS Gorontalo Berlangsung Meriah

KABARIKA.ID, GORONTALO-– Suasana Ramadan di lingkungan Yayasan Baitul Ar-Rasyid tahun ini terasa lebih berwarna.

Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Gorontalo sukses menyelenggarakan Festival Ramadan 2026, sebuah ajang kreativitas religi yang melibatkan generasi muda.

Ketua Yayasan Baitul Ar-Rasyid, Andi Ilham, mengungkapkan bahwa meski kegiatan keagamaan rutin dilakukan setiap hari sejak awal Ramadan, festival ini dirancang khusus untuk memberikan atmosfer yang berbeda dan lebih kompetitif bagi para santri.

”Kami ingin memberikan kesan Ramadan yang tidak terlupakan. Lewat festival ini, semangat ibadah anak-anak kita dorong agar lebih meriah dan penuh sukacita,” ujar Andi Ilham dalam sambutannya.

Ragam Perlombaan Islami

Festival ini menonjolkan tiga pilar kemampuan dasar dalam beragama yang diikuti dengan antusias oleh para peserta:

Lomba Tahfidz Juz 30: Fokus pada penguatan hafalan dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Lomba Adzan: Ajang melatih keberanian serta mengasah kemerduan suara dalam melantunkan panggilan ibadah yang sakral.

Lomba Kultum Ramadan: Ruang bagi para peserta untuk melatih kemampuan retorika dan membentuk mentalitas dai cilik masa depan.

Ketua Badan Takmir Masjid, Ustaz Akhzan, menambahkan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi yang solid.

“Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari BPW KKSS Provinsi Gorontalo serta berbagai pihak terkait yang memiliki visi serupa dalam membina umat,” pungkasnya.

Dihadiri Para Tokoh Daerah

Acara penutupan festival ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH, Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi, Ketua Umum BPW KKSS Provinsi Gorontalo, dan sejumlah pejabat lainnya turut hadir. Kegiatan penutupan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama, sholat tarawih berjamaah, dan sejumlah agenda silaturahmi lainnya.

Pentingnya Kompetisi Religi Anak Usia Dini

Mengadakan kompetisi religi untuk kategori usia sekolah dasar (7–12 tahun) bukan sekadar mencari pemenang, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter anak. Berikut adalah beberapa nilai penting dari kegiatan ini:

Membangun Kepercayaan Diri (Self-Confidence): Berdiri di depan umum untuk berpidato atau mengumandangkan adzan adalah cara efektif untuk membuang rasa demam panggung sejak dini.

Fase Golden Age Penyerapan Nilai: Pada rentang usia ini, daya ingat anak sedang berada di puncaknya. Menghafal Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai agama akan lebih mudah membekas hingga mereka dewasa.

Pembentukan Karakter Kompetitif yang Sehat: Anak diajarkan untuk berusaha maksimal (ikhtiar) namun tetap rendah hati dan sportif dalam menerima hasil akhir.

Peningkatan Literasi Religi: Melalui lomba Kultum, anak dipacu untuk membaca, memahami, dan menyusun pesan kebaikan, yang secara tidak langsung meningkatkan kemampuan literasi mereka. (*)

Exit mobile version