Site icon KABARIKA

Sosok Bos Djarum Michael Bambang Hartono: Jejak Panjang Maestro Bisnis Indonesia

Oplus_16908288

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Kabar duka datang dari dunia usaha nasional. Salah satu tokoh besar bisnis Indonesia, Michael Bambang Hartono, wafat pada usia 86 tahun di Singapura, Kamis (19/3/2026).

Kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu pemilik Djarum Group ini meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan industri dan ekonomi Indonesia.

Pihak perusahaan melalui Corporate Communication menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya tokoh yang selama ini menjadi pilar penting dalam perjalanan bisnis grup tersebut.

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (20/3/2026) untuk disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven hingga 22 Maret.

Setelah itu, prosesi penghormatan akan dilanjutkan di Kudus, Jawa Tengah, sebelum dimakamkan pada 25 Maret 2026.

Di balik kabar duka ini, publik kembali mengingat kiprah panjang Michael Bambang Hartono sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia bisnis nasional.

Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia mengembangkan Djarum dari perusahaan rokok menjadi konglomerasi besar dengan bisnis lintas sektor.

Di bawah kepemimpinannya, Djarum tidak hanya bertahan, tetapi juga berekspansi ke berbagai bidang strategis.

Salah satu langkah penting adalah pengembangan sektor perbankan melalui Bank Central Asia, yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

Selain itu, ekspansi juga dilakukan di sektor elektronik melalui Polytron, properti, hingga investasi global.

Kiprah Djarum bahkan menembus dunia olahraga internasional.

Grup ini sempat menjadi sorotan ketika mengakuisisi klub sepak bola Italia Como 1907 pada 2019, yang kini bersaing di kasta tertinggi liga Italia.

Michael dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Strategi bisnis yang dijalankan mampu membawa perusahaannya tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global.

Tak hanya fokus pada ekspansi, ia juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia dan keberlanjutan usaha.

Di luar dunia bisnis, ia juga dikenal sebagai atlet bridge yang aktif dan berprestasi, menunjukkan sisi lain dari sosoknya yang disiplin dan kompetitif.

Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan perusahaan, tetapi juga bagi dunia usaha Indonesia.

Warisan nilai, kerja keras, dan visi bisnis yang ia tinggalkan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi pengusaha berikutnya. (*)

Exit mobile version