KABARIKA.ID, MAKASSAR – Di tengah riuhnya keluhan ibu rumah tangga soal sulitnya mencari MinyaKita dan harganya yang kian mencekik di atas patokan resmi, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tak mau tinggal diam.
Ia mengambil alih komando langsung untuk menggelar operasi pasar besar-besaran pekan ini, memulai serangan balik dari Ibu Kota untuk memastikan minyak goreng bersubsidi itu kembali ke tangan rakyat dengan harga Rp15.700 per liter.
Gerah dengan gejolak di lapangan, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kepada seluruh jajaran Bulog di daerah agar segera menggelar operasi pasar secara agresif.
Instruksi tegas ini disampaikan usai rapat evaluasi nasional di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (14/4/2026) laku, sebagai respons atas kelangkaan MinyaKita dan melambungnya harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Jika biasanya operasi pasar digerakkan oleh unit kerja di daerah, kali ini Rizal mengambil ancang-ancang berbeda. Dirinya akan turun langsung memimpin operasi tersebut, menargetkan wilayah DKI Jakarta sebagai titik awal shock therapy bagi pasar.
“Nah ini sudah kami tekankan kepada seluruh teman-teman di daerah untuk melaksanakan operasi pasar. Termasuk MinyaKita. Targetnya minggu ini, khusus DKI dulu. Saya sendiri yang akan pimpin dalam satu dua hari ini secepatnya,” tegas Rizal.
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan beras menjadi salah satu penyumbang inflasi, namun di sisi lain, kelangkaan MinyaKita memicu kepanikan di tingkat konsumen.
Di banyak pasar tradisional, harga MinyaKita dilaporkan tembus jauh di atas patokan pemerintah Rp15.700 per liter.
Rizal menjelaskan, rapat evaluasi daring yang digelar bersama seluruh jajaran wilayah telah memetakan penyebab distorsi harga di pasar.
Dari hasil evaluasi itu, Bulog menekankan dua front perang sekaligus: menstabilkan harga beras dan mengembalikan MinyaKita ke harga wajar.
“Langkah ini penting untuk meredam kepanikan masyarakat. Kami pastikan distribusi kembali normal dan tidak ada lagi yang menjual di atas HET,” ujar Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal kembali menegaskan bahwa gerak cepat Bulog merupakan pengejawantahan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat melalui stabilisasi harga pangan.
Ia menyebut keberhasilan Bulog menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 serta Ramadan dan Idul Fitri 1447 H lalu menjadi pijakan optimisme bahwa persoalan MinyaKita saat ini bisa segera teratasi.
Sebelumnya, untuk mengatasi akar masalah kelangkaan, Rizal juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan permintaan tambahan kuota distribusi MinyaKita kepada Kementerian Perdagangan.
Hal ini bertujuan agar suplai ke pasar tidak tersendat dan spekulan tidak lagi memiliki celah untuk bermain harga.
Dengan turunnya pucuk pimpinan Bulog langsung ke medan operasi pasar, publik kini menanti apakah harga MinyaKita akan kembali jinak di angka Rp15.700 dalam hitungan hari ke depan. (*)

