Site icon KABARIKA

Ultimatum Mentan Amran untuk Importir: Main-main Harga Daging, Saya Cabut Izin!

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan berlebih.

Namun di balik kabar baik itu, ia melontarkan peringatan keras kepada para importir dan pengusaha feedloter, jangan coba-coba menaikkan harga daging di tengah daya beli masyarakat.

Dengan gaya bicaranya yang lugas, Amran membuka pernyataannya dengan optimisme tinggi terkait ketahanan pangan menjelang Hari Raya Kurban. Ia menegaskan bahwa pasokan ternak dalam negeri dalam kondisi prima.

“Untuk hewan kurban tidak ada masalah, cukup. Lebih dari cukup,” tegas Amran di hadapan sejumlah wartawan, sembari menambahkan bahwa stok daging sapi secara umum juga berada dalam kondisi aman.

Usai mengonfirmasi ketersediaan stok, pria yang juga Ketua Ikatan Alumni UNHAS itu langsung mengunci target pada para pelaku usaha pengimpor daging.

Dalam pernyataan yang eksklusif dan keras, ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang memainkan harga di lapangan.

“Kami minta seluruh yang importir, feedloter yang impor, jangan menaikkan di atas saya. Kalau Anda menaikkan, artinya berikutnya aku cabut izinnya, dan tidak berkomunikasi lagi,” ujarnya dengan intonasi tinggi.

Pernyataan Hitam putih, harus tegas yang ia lontarkan menjadi penanda bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi aksi spekulasi yang dapat memberatkan rakyat.

Amran beralasan, langkah berupa pencabutan izin usaha merupakan bentuk keberpihakan mutlak kepada kepentingan nasional.

“Kenapa? Rakyat menanti kebijakan kita yang terbaik. Tapi Alhamdulillah, aku cabut terima kasih. Aku harus support ini,” sambungnya, mengisyaratkan bahwa ia tidak segan mengapresiasi yang baik, namun siap menindak tegas yang nakal.

Di tengah ketegasan soal sanksi impor, Amran juga menyelipkan apresiasi khusus kepada para pedagang yang telah menjaga ekosistem pangan tetap kondusif selama Ramadan lalu. Ia menilai, sinergi antara kebijakan negara dan pedagang berhasil menjaga inflasi pangan tetap jinak.

“Terima kasih kepada semua pedagang daging di bulan Suci Ramadhan. Relatif stabil, dan semua makanan relatif stabil. Ini ditunjukkan oleh data BPS,” ucapnya, merujuk pada data resmi statistik yang mencatat stabilitas harga. (*)

 

Exit mobile version