KABARIKA.ID, BATANG-– Pelaksanaan HDDAP di Kabupaten Batang terus dipertajam melalui kunjungan lapang bersama ADB, IFAD, Lingkup Kementerian Pertanian, Bappenas, Pemerintah Provinsi, jajaran Kabupaten Batang serta kelompok tani pelaksana.
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan menilai kondisi terkini, serta merumuskan langkah lanjutan agar pengembangan hortikultura di wilayah ini berjalan secara berkelanjutan.
Kabupaten Batang sendiri mengemban misi untuk pengembangan komoditas alpukat, pisang dan kentang dengan total luasan 638, 04 hektare.
Direktur Hilirisasi Dan Hasil Hortikultura, Freddy Lumban Gaol menyampaikan bahwa HDDAP bukan sekadar proyek biasa, melainkan program strategis berbasis pinjaman pembangunan yang menuntut kesungguhan seluruh pihak dalam pelaksanaannya.
“Program ini merupakan paket dukungan hortikultura lengkap, mencakup penyediaan benih, penguatan budidaya, dukungan irigasi, kelembagaan, hingga pemasaran hasil hortikultura. Karena itu, seluruh pihak diminta membangun pola pikir bersama dan menjaga aset program agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Freddy saat membuka pertemuan, Selasa (12/5/2026).
Menurut Freddy, penguatan kelembagaan petani menjadi bagian penting agar hasil panen alpukat, pisang, dan kentang yang ada di Batang tidak dipasarkan secara sendiri-sendiri atau bergantung pada tengkulak.
“Melalui pengembangan kelembagaan ekonomi petani, diharapkan tercipta sistem usaha yang memiliki kepastian waktu, kontrak, dan pasar. Ia juga mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian di lapangan yang terus mendampingi petani dalam implementasi program,” jelasnya.
Ketua Kelompok Kerja Hortikultura Bidang Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Syafiq Arfianto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di Batang.
Ia menilai komoditas alpukat tidak hanya berfungsi sebagai hasil produksi, tetapi memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing, kualitas produk, serta kesejahteraan petani.
“Kami secara khusus mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan program HDDAP di Kabupaten Batang. Pengembangan hortikultura di wilayah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan,” ucap Syafiq.
PJ Sekda Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih turut mengucapkan rasa bangga atas dukungan pemerintah pusat dan mitra pembangunan dalam pengembangan hortikultura di wilayahnya.
Program ini perlu dimanfaatkan betul – betul oleh petani. Dirinya juga mengarahkan agar pendampingan dilakukan secara terpadu guna meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saat ini Batang mengembangkan tiga komoditas utama, yakni alpukat, pisang, dan kentang. Selain budidaya, pengembangan hilirisasi juga berlangsung di Kabupaten Batang melalui pengolahan kentang dan pemasaran produk lokal ke jaringan minimarket. Pendampingan dari penyuluh, dinas, dan Kementerian Pertanian akan terus dilakukan agar petani mampu memanfaatkan program secara optimal.
Team Leader Project
HDDAP -ADB, Helena menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi prioritas pemerintah, sehingga program HDDAP menjadi peluang besar untuk meningkatkan mutu produk hortikultura.
“Pengembangan dari hulu hingga hilir harus terhubung secara utuh agar petani dapat bertemu pasar yang tepat. Selain itu, aspek grading, keamanan pangan, pemanfaatan pupuk organik, serta pengurangan penggunaan plastik menjadi perhatian dalam mewujudkan sistem usaha tani yang berkelanjutan,” paparnya.
Climate Programme Officer
– IFAD, Chiara Morela menambahkan bahwa kolaborasi IFAD dan ADB sebelumnya dilakukan melalui pemilihan lokasi yang tepat. Komoditas yang dipilih juga dilakukan atas dasar pertimbangan sebagai komoditas yang memiliki potensi unggulan.
“Melalui HDDAP, penguatan produksi hortikultura di Batang diarahkan untuk mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani. Kolaborasi seluruh pihak dapat mempercepat pengembangan komoditas tersebut sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa,” tutupnya. (*)

