KABARIKA.ID, MAKASSAR — Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung mengungkapkan rencana besar pengembangan kawasan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan menjadi “Markas Peradaban”, yakni pusat pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan penguatan karakter.
Ia menegaskan, kawasan itu nantinya akan menjadi ruang integrasi berbagai program strategis pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita akan jadikan tempat ini sebagai markas peradaban sekaligus ekosistem pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Program-program pemerintah akan kita akomodir di sini, termasuk MBG sebagai pilot project untuk menjawab persoalan stunting dan gizi buruk,” jelas senator asal Sulawesi Selatan tersebut, Minggu (31/5/2026)
Tak hanya fokus pada kesehatan dan gizi, konsep pengembangan kawasan itu juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Tamsil menyebut program tersebut juga akan menyasar kebutuhan hunian layak bagi masyarakat kecil seperti nelayan, petani, guru, dan ustaz pesantren yang selama ini kesulitan mengakses rumah subsidi.
“Banyak guru-guru yang belum punya rumah, termasuk ustaz yang mengajar di pesantren sekitar sini. Itu yang ingin kita bantu. Kita juga mendorong pengadaan rumah knockdown Prabowo karena model hunian cepat seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam konsep Markas Peradaban. Tamsil menggagas bantuan rumah dinas bagi imam masjid yang memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an dan kemampuan pembinaan keagamaan yang baik.
“Kita ingin setiap masjid dibantu rumah imam. Tetapi imamnya juga harus qualified, memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik dan mampu membimbing anak-anak mengaji,” tegasnya.
Sebagai tahap awal, satu unit rumah imam telah dibangun di kawasan tersebut. Ke depan, bantuan serupa akan diberikan melalui sistem seleksi dan undian bagi masjid yang imamnya memenuhi standar pembinaan keagamaan.
Bagi imam yang belum memenuhi kualifikasi, lanjut Tamsil, akan terlebih dahulu difasilitasi mengikuti pelatihan intensif agar kualitas pembinaan umat di lingkungan masjid terus meningkat. (*)

