Site icon KABARIKA

Harga Pupuk Subsidi Turun, Pupuk Indonesia Sebut Petani Kini Bayar Urea Rp1.800 per Kg

KABARIKA.ID — Kabar baik bagi petani datang dari kebijakan terbaru subsidi pupuk pemerintah. PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut harga pupuk urea bersubsidi kini turun menjadi sekitar Rp1.800 per kilogram dari sebelumnya Rp2.250 per kilogram.

Penurunan harga tersebut diharapkan mampu meringankan biaya produksi petani sekaligus mendongkrak produktivitas sektor pertanian nasional.

Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia, Wono Budi Tjahyono, mengatakan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi mulai dirasakan langsung oleh petani sejak diberlakukan pada 2025.

“Untuk pupuk urea, harga yang dibayar petani sekarang sekitar Rp1.800 per kilogram. Sebelumnya berada di kisaran Rp2.250 per kilogram. Begitu juga pupuk NPK yang mengalami penurunan sekitar 20 persen,” ujar Wono saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, penurunan harga pupuk tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui anggaran subsidi pupuk tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp46 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di seluruh Indonesia dengan total volume nasional mencapai sekitar 8,9 juta ton.

Selain harga yang lebih murah, Pupuk Indonesia juga memastikan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman, khususnya di wilayah Kalimantan Barat dan kawasan Kalimantan secara umum.

Wono menjelaskan, distribusi pupuk bersubsidi di Kalimantan Barat sejauh ini berjalan sesuai target. Hingga pertengahan tahun, tingkat penyaluran pupuk bahkan telah mencapai sekitar 80 persen dari total alokasi yang tersedia.

“Di hampir seluruh kabupaten di Kalimantan, stok pupuk tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani,” katanya.

Tak hanya fokus pada distribusi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga memberikan bantuan pupuk non-subsidi gratis kepada sejumlah kelompok tani di Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyerahkan sekitar tiga ton pupuk non-subsidi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian menjelang musim tanam.

“Bantuan ini kami berikan untuk membantu kebutuhan petani sekaligus mendukung peningkatan hasil produksi pertanian,” ujar Wono.

Ia menambahkan, keberadaan subsidi pupuk dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan dapat membantu petani mengurangi beban biaya produksi di tengah tantangan sektor pertanian saat ini.

Pupuk Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi pupuk hingga ke tingkat petani agar penyaluran berjalan tepat sasaran dan kebutuhan pupuk nasional tetap terpenuhi.

Dengan pasokan yang terjaga dan harga pupuk yang lebih rendah, perusahaan berharap produktivitas pertanian nasional semakin meningkat dan mampu memperkuat program ketahanan pangan pemerintah. (*)

Exit mobile version