KABARIKA.ID, SUKABUMI– Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Sukabumi yang merupakan sentra produksi padi nomor 2 nasional. Gerakan strategis ini bertujuan untuk mendongkrak Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna meningkatkan produksi beras dalam menghadapi ancaman dampak El Nino (Kemarau Panjang) yang diprediksi terjadi pada bulan Juni hingga September 2026.
“Gerakan Percepatan Semai, Tanam dan Olah Lahan ini merupakan terobosan strategis meningkatkan luas tambah tanam padi untuk menambah target luas tambah tanam sehingga produksi beras terus terjaga bahkan surplus. Hal ini sangat penting untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026, karena di tahun 2025 kita sudah berhasil mewujudkan swasembada beras. Dengan adanya kegiatan ini, ancaman El Nino atau kemarau Panjang yang diprediksi terjadi dalam Waktu dekat tidak mempengaruhi produksi beras,” demikian dikatakan Pj Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi sekaligus Kepala Pusat Perlindungan Varietas dan Perijinan Pertanian (PPVTPP), Leli Nuryati saat kegiatan Gerakan Persemaian, Olah Lahan dan Tanam di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Leli menjelaskan dalam menjalankan Gerakan Semai, Olah Lahan dan Tanam ini, Kementan menyalurkan bantuan benih sebanyak 48.750 kg atau seluas 1.950 hektar yang mencakup 76 kelompok tani yang tersebar di 21 Kecamatan. Adapun target LTT Kabupaten Sukabumi di bulan Juni ini yakni seluas 11.275 hektar.
“Petani sudah melakukan persemaian benih padi bantuan ini mulai tanggal 15 Juni 2026 sehingga perkiraan tanam mulai tanggal 25 Juni 2026 karena umur persemaian berkisar 10 sampai 15 hari. Adanya kegiatan gerakan ini dipastikan dapat menambah atau meningkatkan LTT di bulan Juni baik target LTT Propinsi Jabar maupun Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
“Bahkan ini dapat mendongkrak LTT dan produksi padi nasional karena Jawa Barat maupun Kabupaten Sukabumi merupakan penyumbang beras nasional yang tinggi setelah Jawa Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut Leli mengatakan Kabupaten Sukabumi pada tahun 2025 berhasil menduduki ranking 2 nasional sebagai penyumbang swasembada produksi padi nasional. Kabupaten Sukabumi juga merupakan salah satu yang pertama kali melaporkan poligonisasi dan menjadi salah satu penyumbang padi gogo.
“Untuk itu, melalui Gerakan ini kita harapkan upaya peningkatan luas tanam dan produksi padi berjalan optimal sehingga Kabupaten Sukabumi bisa menjadi nomor satu nasional dalam produksi beras,” pinta Leli.
Bersamaan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suriyaman menegaskan pentingnya kolaborasi kolektif seluruh elemen dalam mensukseskan program swasembada pangan. Bupati Sukabumi menekankan pentingnya keberlanjutan produktivitas pangan ke depan, sehingga untuk mewujudkan hal ini harus memperkuat kolaborasi lintas sektor, melakukan inventarisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), dan menyusun laporan rutin yang terkoordinir dengan baik.
“Tanpa bantuan, kolaborasi, dan kerja sama dari semua pihak mulai dari penyuluh, kelompok tani, petani, hingga pemerintah, swasembada tidak akan pernah tercapai. Sukabumi bisa berada di ranking 2 se-Indonesia karena kerja keras kita semua,” tegas Ade.
Sebagai Informasi, Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam di 11 Kabupaten Propinsi Jawa Barat berpusat di Kabupaten Subang. Kegiatan ini dihadiri langsung Irjen Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan sekaligus Plh. Dirjen Tanaman Pangan yang mewakili Wakil Menteri Pertanian.
Irhan menuturkan Kementan mengalokasi anggaran yang cukup besar dalam upaya meningkatakan produksi pangan hingga mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Salah satunya untuk meningkatkan produksi melalui Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Propinsi Jawa Barat dimana target LTT Jawa Barat secara keseluruhan seluas 505 ribu hektar dan ditargetkan seluas 404 ribu hektar tertanam pada bulan Juni ini dan sisanya akan diselesaikan pada bulan Juli.
“Adanya Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam ini dimaksudkan harus menambah luas tanam dan produksi. Produksi padi Jawa Barat masih di bawah Jawa Timur, sehingga melalui gerakan ini produksi padi Jawa Barat dapat melampaui Jawa Timur ke depannya.
“Oleh karena itu, sambungnya, tugas utama para Pj Swasembada Pangan Berkelanjutan di daerah adalah memastikan keberlanjutan tanam padi. Pastikan sarana produksi pertanian, air, pupuk, benih, dan segala sarana yang dibutuhkan petani tersedia di lapangan sehingga kelompok tani dan petani bisa terus menanam.
“Bulan Juli sampai September adalah masa kritis karena ada prediksi El Nino atau kekeringan panjang, jadi kita semua harus benar-benar bersiap,” tegasnya.
“Kementerian Pertanian tentunya menjamin kebutuhan air untuk pertanian aman karena akan menggandeng seluruh pihak mulai BBWS hingga PLN. Selama masih ada air petani tanam saja, karena Kementerian Pertanian akan hadir. Jangan takut,” tambah Irham.
Dalam kegiatan ini, Kementan tidak hanya menyalurkan bantuan benih padi tetapi juga bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda 2 dan pompa air. Bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat persemaian, olah lahan dan tanam di bulan Juni hingga bulan berikutnya. (*)

